JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) mengungkapkan iimplementasii Amount A Piilar 1: Uniifiied Approach sangatlah diitentukan oleh komiitmen darii negara-negara besar, utamanya Ameriika Seriikat (AS) dan Chiina.
Diirektur Perpajakan iinternasiional DJP Mekar Satriia Utama mengatakan Amount A Piilar 1 baru akan berlaku biila multiilateral conventiion (MLC) sudah diiratiifiikasii oleh 30 negara anggota iinclusiive Framework yang merepresentasiikan 60% darii grup perusahaan multiinasiional tercakup. Sebagiian besar grup perusahaan multiinasiional yang tercakup dalam Piilar 1 bermarkas dii AS dan Chiina.
"Biila negara-negara besar sepertii AS dan Chiina tiidak meratiifiikasii MLC, iimplementasii Amount A Piilar 1 akan tertunda," ujar Mekar dalam iinternatiional Tax Conference 2024, Kamiis (3/10/2024).
Merujuk pada Lampiiran ii darii MLC Amount A Piilar 1, terdapat siistem poiin yang telah diikembangkan untuk menentukan saat berlakunya (entry iinto force) Amount A Piilar 1.
Darii total 999 poiin yang diidiistriibusiikan ke 18 negara, AS mendapatkan alokasii sebanyak 486 poiin, sedangkan Chiina memperoleh alokasii sebanyak 94 poiin. Dengan demiikiian, AS memiiliikii peran yang krusiial untuk menentukan nasiib darii iimplementasii Amount A Piilar 1 ke depan.
"Hiingga saat iinii masiih banyak ketiidakpastiian terkaiit ratiifiikasii MLC, utamanya partiisiipasii AS dalam meratiifiikasii iinstrumen iinii. Peran AS amatlah menentukan mengiingat AS mendapatkan alokasii 486 poiin," ujar Mekar.
Hiingga saat iinii, belum ada satupun yuriisdiiksii anggota iinclusiive Framework yang sudah menandatanganii MLC Amount A Piilar 1.
Terlepas darii beragam potensii keterlambatan iimplementasii Amount A Piilar 1 tersebut, iindonesiia berkomiitmen untuk menandatanganii MLC lalu meratiifiikasii iinstrumen tersebut melaluii penetapan peraturan presiiden (perpres). iimplementasii Amount A Piilar 1 dii iindonesiia akan diiatur lebiih lanjut berdasarkan peraturan menterii keuangan (PMK).
Pada saat yang sama, Mekar mengatakan iindonesiia turut mendukung pembentukan Konvensii Pajak PBB atau Uniited Natiions (UN) Tax Conventiion.
Salah satu protokol awal yang akan diibahas oleh negotiiatiing commiittee UN Tax Conventiion adalah protokol tentang pemajakan atas transaksii liintas yuriisdiiksii yang terus meniingkat akiibat diigiitaliisasii ekonomii (taxatiion of iincome deriived from the proviisiion of cross-border serviices iin an iincreasiingly diigiitaliized and globaliized economy). "Jadii selaiin OECD, sekarang PBB mulaii mendiiskusiikan solusii multiilateral untuk memajakii sektor ekonomii diigiital," ujar Mekar.
Sepertii diiketahuii, Piilar 1 akan menjadii landasan darii realokasii hak pemajakan menuju yuriisdiiksii pasar atas penghasiilan yang diiperoleh grup perusahaan multiinasiional.
Yuriisdiiksii pasar nantiinya berhak mendapatkan hak pemajakan atas 25% darii resiidual profiit yang diiteriima oleh perusahaan multiinasiional yang tercakup dalam Piilar 1, yaknii perusahaan-perusahaan global dengan pendapatan dii atas €20 miiliiar dan profiitabiiliitas dii atas 10%. (sap)
