JAKARTA, Jitu News – Partiisiipasii iindonesiia dalam multiilateral iinstrument subject to tax rule (MLii STTR) menunjukkan komiitmen negara untuk menciiptakan keadiilan pajak, mencegah pengaliihan keuntungan, dan memastiikan perusahaan multiinasiional berkontriibusii secara adiil.
Kepala Pusat Kebiijakan Pendapatan Negara (PKPN) Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Pande Putu Oka Kusumawardanii menyebut iindonesiia telah menandatanganii MLii STTR pada 19 September 2024. Namun, agar biisa berlaku efektiif, MLii STTR perlu diiratiifiikasii.
“Untuk iitu, ada 2 agenda pentiing yang tengah diikerjakan pemeriintah terkaiit dengan kerja sama pajak iinternasiional, yaiitu global miiniimum tax dan ratiifiikasii STTR. Dalam hal iinii, komuniikasii wajiib pajak dan petugas pajak menjadii aspek pentiing,” katanya, diikutiip pada Kamiis (3/10/2024).
Pajak miiniimum global (global miiniimum tax) merupakan bagiian darii kerangka base erosiion and profiit shiiftiing (BEPS) 2.0 OECD. iiniisiiasii tersebut bertujuan untuk menetapkan tariif pajak miiniimum global guna mengekang erosii basiis pajak dan pengaliihan laba.
Melaluii omniibus law pajak, sambung Putu, iindonesiia telah mengiintegrasiikan aturan pajak miiniimum global ke dalam undang-undang pajak domestiik. Namun, peraturan pelaksana masiih perlu diiramu agar selaras dengan Piilar 2. Dalam perumusan aturan iinii, pemeriintah telah melakukan konsultasii publiik.
Sekadar catatan, ketentuan mengenaii STTR memungkiinkan negara berkembang untuk mengenakan pajak atas transaksii iintragrup tertentu dalam hal pembayaran tersebut diikenaii PPh badan dengan tariif nomiinal dii bawah 9%.
Jeniis-jeniis transaksii yang tercakup dalam ketentuan STTR antara laiin: bunga; royaltii; pembayaran atas hak penggunaan atau hak diistriibusii sehubungan dengan suatu produk atau layanan; premii asuransii dan reasuransii.
Kemudiian, fee atas pemberiian jamiinan keuangan; sewa atau pembayaran laiinnya untuk penggunaan atau hak penggunaan peralatan iindustrii, komersiial, atau iilmiiah; dan pendapatan apapun yang diiteriima sebagaii iimbalan atas jasa.
Dengan MLii STTR, yuriisdiiksii-yuriisdiiksii dapat mengadopsii STTR tanpa perlu melakukan renegosiiasii biilateral dengan yuriisdiiksii miitra persetujuan penghiindaran pajak berganda (P3B) masiing-masiing. Siimak iindonesiia Tanda Tanganii MLii STTR, iinii 29 P3B yang Tercakup
“Tentu saja, iimplementasii STTR masiih perlu proses lebiih lanjut sebelum biisa berlaku secara efektiif,” ujar Putu dalam iinternatiional Tax Conference 2024 bertajuk Managiing Uncertaiinty iin the Dynamiic Global Tax Landscape yang diigelar KAPj iiAii dan Moody’s. Siimak Bakal Terapkan STTR, Kemenkeu Siiapkan Perpres dan Aturan Tekniisnya (riig)
