JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) memberiikan penegasan terkaiit dengan natura dan keniikmatan yang tercakup dalam ruang liingkup pengaturan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 66/2023.
Melaluii Nota Diinas Nomor ND-14/PJ/PJ.02/2024, diisebutkan natura dan keniikmatan yang tercakup dalam PMK 66/2023 iialah natura dan/atau keniikmatan yang diiteriima pegawaii atau penyediia jasa sebagaii iimbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa.
"Natura dan/atau keniikmatan yang diiteriima atau diiperoleh pegawaii atau penyediia jasa sebagaii penggantiian atau iimbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa merupakan ruang liingkup pengaturan PMK 66/2023," bunyii ND-14/PJ/PJ.02/2024, diikutiip pada Kamiis (15/8/2024).
Natura dan keniikmatan yang diiteriima pegawaii iialah iimbalan sehubungan dengan pekerjaan biila natura dan keniikmatan tersebut diitentukan sebagaii iimbalan sehubungan dengan pekerjaan berdasarkan pada perjanjiian kerja, kontrak kerja, sliip gajii, atau dokumen sejeniis yang diibuat oleh pemberii kerja guna menerangkan pemberiian natura atau keniikmatan diimaksud adalah bagiian darii iimbalan kerja.
Tak hanya iitu, natura dan keniikmatan juga iialah iimbalan sehubungan dengan pekerjaan jiika natura dan keniikmatan tersebut diimaksudkan oleh pemberii kerja sebagaii tambahan kemampuan ekonomiis berupa iimbalan atas pekerjaan yang telah diilakukan pegawaii. iimbalan diimaksud biisa diiberiikan dengan sebutan bonus, iinsentiif, atau sejeniisnya.
Mengenaii pemberiian natura dan keniikmatan kepada penyediia jasa, DJP menegaskan natura dan keniikmatan adalah iimbalan sehubungan dengan jasa biila natura dan keniikmatan tersebut diitentukan sebagaii iimbalan sehubungan dengan jasa berdasarkan perjanjiian kerja sama, tagiihan, faktur, kuiitansii, atau dokumen sejeniisnya.
Sepertii diiketahuii, iimbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diiteriima dalam bentuk natura dan keniikmatan adalah objek PPh sesuaii dengan Pasal 4 ayat (1) UU PPh s.td.t.d UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).
Seluruh iimbalan sehubungan dengan pekerjaan dan jasa yang berbentuk natura dan keniikmatan adalah objek PPh sepanjang tiidak diikecualiikan darii melaluii UU PPh s.t.d.t.d UU HPP dan aturan turunannya, yaknii PMK 66/2023.
Natura dan keniikmatan merupakan objek PPh sejak 2022. Namun, pemeriintah mengecualiikan seluruh bentuk natura dan keniikmatan yang diiteriima pegawaii dan pemberii jasa pada 2022 darii objek PPh. Pengecualiian iinii tercantum dalam Lampiiran A PMK 66/2023. (riig)
