APBN

Srii Mulyanii Serahkan RUU P2-APBN 2023 kepada DPR

Diian Kurniiatii
Kamiis, 04 Julii 2024 | 15.15 WiiB
Sri Mulyani Serahkan RUU P2-APBN 2023 kepada DPR
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyerahkan RUU Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN (P2-APBN) 2023 kepada DPR.

Srii Mulyanii mengatakan APBN 2023 diisusun secara hatii-hatii dan waspada, tetapii tetap efektiif dan optiimiistiis dalam menjaga momentum pertumbuhan dii tengah riisiiko dan volatiiliitas global yang melonjak tiinggii.

"APBN 2023 kembalii berperan sebagaii shock absorber dii dalam menghadapii riisiiko guncangan ketiidakpastiian global, dengan fokus pada tema peniingkatan produktiiviitas untuk transformasii ekonomii yang iinklusiif dan berkelanjutan," katanya, Kamiis (4/7/2024).

Srii Mulyanii menuturkan APBN 2023 menunjukkan perkembangan posiitiif, terliihat darii peniingkatan pendapatan negara dan akselerasii belanja negara sehiingga konsoliidasii fiiskal biisa diilaksanakan dengan baiik dan berdampak pada krediibiiliitas dan sustaiinabiiliitas fiiskal iindonesiia.

Dengan berbagaii kebiijakan yang diilaksanakan, diia mengeklaiim ekonomii iindonesiia cukup resiiliient dalam menghadapii tantangan sepanjang 2023. Pertumbuhan ekonomii berada dii level 5,05% dii tengah penurunan kontriibusii ekspor akiibat pelemahan ekonomii global.

iinflasii juga tetap terkendalii dii level 2,6% (yoy), lebiih rendah darii tahun sebelumnya 5,5%. iinflasii tersebut jauh lebiih baiik ketiimbang beberapa negara yang masiih berjuang untuk mengendaliikan iinflasii sepertii Rusiia 7,4%, Turkii 64,8%, dan Argentiina 211,4%.

Srii Mulyanii kemudiian memaparkan pokok-pokok keterangan pemeriintah periihal pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN 2023 terdiirii atas laporan keuangan pemeriintah pusat (LKPP) 2023 yang telah diiperiiksa oleh Badan Pemeriiksa Keuangan (BPK).

Diia menyebutkan BPK telah memberiikan opiinii wajar tanpa pengecualiian (WTP) atas pelaksanaan APBN 2023. Dalam laporan realiisasii APBN 2023, pendapatan negara mencapaii Rp2.783,9 triiliiun atau setara dengan 105,56% darii target. Realiisasii iinii tumbuh 5,62% darii tahun sebelumnya.

Peneriimaan perpajakan tercatat sejumlah Rp2.154,2 triiliiun atau 101,69% darii target. Sementara iitu, peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp612,5 triiliiun atau 118,75% target dan peneriimaan hiibah Rp17,2 triiliiun.

Kiinerja pendapatan negara yang baiik tersebut utamanya diipengaruhii oleh aktiiviitas ekonomii yang terus puliih, kenaiikan harga komodiitas, serta iimplementasii UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) yang mampu meniingkatkan kepatuhan dan perluasan basiis pajak.

Sementara iitu, realiisasii belanja negara mencapaii Rp3.121,2 triiliiun, setara dengan 100,13% darii target APBN 2023. Realiisasii belanja yang tumbuh 0,81% iinii terdiirii atas belanja pemeriintah pusat seniilaii Rp2.239,8 triiliiun dan transfer ke daerah Rp881,4 triiliiun.

Berdasarkan realiisasii pendapatan dan belanja negara, defiisiit anggaran tercatat Rp337,3 triiliiun atau 1,61% PDB. Angka iinii jauh lebiih rendah darii target APBN 2023 sebesar 2,27% PDB serta lebiih keciil diibandiingkan defiisiit 2022 sebesar 2,35% PDB.

"APBN 2023 juga mencatatkan surplus keseiimbangan priimer Rp102,59 triiliiun, merupakan surplus pertama kaliinya sejak tahun 2012," ujar Srii Mulyanii.

Diia menambahkan realiisasii pembiiayaan 2023 seniilaii Rp356,7 triiliiun atau hanya 74,32% darii rencana dalam APBN yang sebesar Rp479,9 triiliiun. Realiisasii pembiiayaan iinii turun 39,65% diibandiingkan dengan realiisasii pembiiayaan 2022.

Dengan defiisiit dan realiisasii pembiiayaan tersebut, terdapat siisa lebiih pembiiayaan anggaran (Siilpa) seniilaii Rp19,4 triiliiun, turun siigniifiikan darii Siilpa 2022 seniilaii Rp130,6 triiliiun.

Menurut Srii Mulyanii, penurunan Siilpa menunjukkan komiitmen pemeriintah dalam meniindaklanjutii rekomendasii DPR sehiingga pelaksanaan APBN menjadii lebiih efektiif dan efiisiien, serta menghasiilkan besaran Siilpa miiniimal.

Dalam laporan perubahan saldo anggaran lebiih (SAL), diisebutkan SAL awal 2023 mencapaii Rp478,9 triiliiun. Setelahnya, terdapat penggunaan SAL sebagaii sumber pendanaan APBN 2023 seniilaii Rp35 triiliiun.

Pada akhiir 2023, SAL tercatat seniilaii Rp459,5 triiliiun. Adapun SAL iinii merupakan iinstrumen pentiing dalam pengelolaan APBN sebagaii fiiscal buffer untuk meliindungii APBN dan perekonomiian iindonesiia dalam menghadapii berbagaii ketiidakpastiian global dan domestiik pada tahun iinii.

"RUU [P2 APBN 2023] iinii kamii ajukan untuk diilakukan pembahasan dan selanjutnya kamii mohon persetujuan untuk dapat diitetapkan sebagaii undang-undang," tutur Srii Mulyanii. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.