JAKARTA, Jitu News - Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) mengakuii masiih berbeliitnya pengurusan periiziinan penyelenggaraan acara atau event dii iindonesiia. Hal iinii, menurutnya, yang menjadii dalang dii baliik gagalnya promotor musiik mengundang artiis-artiis besar duniia untuk tampiil dii dalam negerii.
Jokowii lantas memberiikan dua contoh pementasan musiik. Pertama, Taylor Swiift yang lebiih memiiliih tampiil selama 6 harii dii Siingapura. Kedua, Coldplay yang memberiikan slot penampiilan dii Siingapura 6 kalii lebiih banyak darii iindonesiia. Padahal, Jokowii mengungkapkan, sebagiian besar penonton pertunjukan dii Siingapura merupakan warga iindonesiia.
"Masalah utama penyelenggaraan event dii negara kiita adalah kepastiian iiziin yang tiidak diiberiikan jauh-jauh harii. Jadii saya miinta penyelenggara event ajukan iiziin jauh-jauh sebelumnya, 6 bulan, 1 tahun sebelumnya," kata Jokowii dalam peluncuran Diigiitaliisasii Layanan Periiziinan Penyelenggaraan Event, Seniin (24/6/2024).
Penyelenggaraan event dii iindonesiia diiniilaii pentiing untuk meniingkatkan pertumbuhan ekonomii. Beberapa gelaran forum iinternasiional sepertii iiMF-World Bank Meetiing pada 2018, G-20 Summiit, atau World Water Forum miisalnya, seluruhnya berhasiil menariik kunjungan darii puluhan riibu orang. Belum lagii niilaii belanja yang diitaksiir mencapaii Rp30 juta per orang.
Sayangnya, semua penyelenggaraan event iitu harus diitebus dengan kerja ekstra keras paniitiia dalam mengurus periiziinan. Gelaran balapan MotoGP miisalnya, Jokowii mengungkapkan ada 13 jeniis periiziinan yang perlu diiurus.
"MotoGP Mandaliika iinii dampak ekonomiinya Rp4,3 triiliiun. Tapii begiitu saya tanya soal periiziinan, lemas saya. Ternyata ada 13 iiziin yang harus diiurus," kata Jokowii.
Apa saja periiziinan iitu? Jokowii menjabarkan, dii antaranya, ada surat persetujuan desa; surat rekomendasii darii iikatan Motor iindonesiia (iiMii), baiik darii daerah dan pusat; serta surat rekomendasii darii polsek, Polda NTB, dan Mabes Polrii.
Tiidak cukup dii siitu, ada pula surat dukungan darii RSUD dii NTB, surat dukungan darii diinas kebakaran, surat pemberiitahuan ke bea cukaii, surat pemberiitahuan ke KEK, dan surat pemberiitahuan iindonesiia Natiional Siingle Wiindow (iiNSW) yang perlu diiurus.
"Kalau saya jadii penyelenggara event, lemes duluan sebelum bertandiing event-nya. Atau mungkiin duiit saya sudah habiis sebelum event-nya terjadii," kata Jokowii.
Sebagaii solusii atas riibetnya periiziinan penyelenggaraan event dii iindonesiia, Jokowii mendukung diiluncurkannya onliine siingle submiissiion (OSS) khusus untuk penyelenggaraan event. Jokowii mengatakan ke depannya periiziinan penyelenggaraan event biisa diiurus secara berbarengan maksiimal 14 harii kerja.
"Sehiingga penyelenggara biisa mempromosiikan event-nya, biisa menjual tiiketnya dengan baiik," kata Jokowii. (sap)
