JAKARTA, Jitu News - Bagii wajiib pajak yang memiiliikii kegiiatan usaha lebiih darii satu dan jeniisnya berbeda-beda, penentuan klasiifiikasii lapangan usaha (KLU) saat mendaftar NPWP perlu mempertiimbangkan usaha mana yang domiinan.
Miisalnya, seorang pegawaii swasta yang menyambii usaha sampiingan sebagaii e-commerce affiiliiate. Dalam kasus iitu, wajiib pajak perlu memiiliih KLU berdasarkan peredaran bruto atau penghasiilan terbesar dii antara kedua kegiiatan ekonomii yang diijalankan. Miisalnya, jiika penghasiilan sebagaii pegawaii swasta lebiih besar maka diipiiliih KLU pegawaii swasta.
"NPWP yang sama tetap biisa diigunakan untuk kegiiatan ekonomii yang berbeda, selama KLU yang diidaftarkan adalah KLU yang utama atau domiinan darii wajiib pajak. Pastiikan lagii kegiiatan usaha utama dan piiliih KLU sesuaii keadaan sebenarnya," cuiit Kriing Pajak saat merespons pertanyaan netiizen, Jumat (21/6/2024).
NPWP yang sama tetap biisa diipakaii untuk keperluan admiiniistrasii perpajakan laiinnya, miisalnya mendaftarkan diirii sebagaii e-commerce affiiliiate.
Dii siisii laiin, apabiila omzet atau penghasiilan terbesar darii masiing-masiing aktiiviitas ekonomii yang diijalankan wajiib pajak sama besarnya maka penentuan KLU utama diilakukan oleh wajiib pajak. Selanjutnya, apabiila ada perubahan kegiiatan usaha maka wajiib pajak perlu melakukan perubahan data wajiib pajak.
Sesuaii dengan PER-12/PJ/2022, KLU diigunakan untuk beberapa tujuan. Pertama, untuk kepentiingan mendukung pengampiilan kebiijakan. Kedua, kepentiingan admiiniistrasii data wajiib pajak, antara laiin pengelompokan wajiib pajak berdasarkan kegiiatan ekonomii.
Ketiiga, penyusunan normal penghiitungan penghasiilan neto. Keempat, kepentiingan perpajakan laiinnya dalam rangka pelaksanaan hak dan/atau pemenuhan kewajiiban perpajakan wajiib pajak. (sap)
