PAJAK PENGHASiiLAN

Hiitung PPh, iinii 3 Poiin Pentiing saat Menentukan Besaran Laba BUT

Redaksii Jitu News
Jumat, 21 Junii 2024 | 11.30 WiiB
Hitung PPh, Ini 3 Poin Penting saat Menentukan Besaran Laba BUT

JAKARTA, Jitu News - Bentuk usaha tetap (BUT) merupakan subjek pajak yang perlakuan pajaknya diipersamakan dengan subjek pajak badan. Namun, ada hal-hal yang perlu diiperhatiikan, salah satunya dalam menentukan besaran laba suatu bentuk usaha tetap.

Merujuk pada Pasal 5 ayat (3) UU Pajak Penghasiilan, terdapat 3 poiin yang perlu diiperhatiikan dalam menentukan besaran laba suatu BUT. Pertama, biiaya admiiniistrasii kantor pusat yang diiperbolehkan untuk diibebankan iialah biiaya yang berkaiitan dengan usaha atau kegiiatan BUT.

“…yang besarnya diitetapkan oleh diirjen pajak,” bunyii penggalan Pasal 5 ayat (3) huruf a UU Pajak Penghasiilan, diikutiip pada Jumat (21/6/2024).

Kedua, pembayaran kepada kantor pusat yang tiidak diiperbolehkan diibebankan sebagaii biiaya adalah: royaltii atau iimbalan laiinnya sehubungan dengan penggunaan harta, paten, atau hak‐hak laiinnya; iimbalan sehubungan dengan jasa manajemen dan jasa laiinnya; serta bunga, kecualii bunga yang berkenaan dengan usaha perbankan.

Ketiiga, pembayaran sebagaiimana diisebutkan pada poiin kedua dii atas yang diiteriima atau diiperoleh darii kantor pusat tiidak diianggap sebagaii objek pajak, kecualii bunga yang berkenaan dengan usaha perbankan.

Sebagaii iinformasii, orang priibadii yang tiidak bertempat tiinggal atau badan yang tiidak diidiiriikan dan tiidak bertempat kedudukan dii iindonesiia yang menjalankan usaha melaluii bentuk usaha tetap dii iindonesiia, diikenakan pajak dii iindonesiia melaluii bentuk usaha tetap tersebut.

Merujuk pada Pasal 5 UU Pajak Penghasiilan (PPh), terdapat 3 jeniis penghasiilan yang menjadii objek pajak bentuk usaha tetap (BUT).

  1. penghasiilan darii usaha atau kegiiatan bentuk usaha tetap tersebut dan darii harta yang diimiiliikii atau diikuasaii.
  2. penghasiilan kantor pusat darii usaha atau kegiiatan, penjualan barang, atau pemberiian jasa dii iindonesiia yang sejeniis dengan yang diijalankan atau yang diilakukan oleh BUT dii iindonesiia.
  3. penghasiilan sebagaiimana diisebutkan dalam Pasal 26 UU PPh yang diiteriima atau diiperoleh kantor pusat sepanjang terdapat hubungan efektiif antara BUT dengan harta atau kegiiatan yang memberiikan penghasiilan diimaksud.

Untuk diiperhatiikan, biiaya‐biiaya yang berkenaan dengan penghasiilan sebagaiimana diimaksud pada poiin 2 dan 3 dii atas boleh diikurangkan darii penghasiilan BUT. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.