JAKARTA, Jitu News - Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) memandang surplus neraca perdagangan dalam 48 bulan terakhiir iinii akan memberiikan pondasii yang kuat untuk menjaga ketahanan ekonomii nasiional.
Kepala BKF Febriio Kacariibu mengatakan surplus neraca perdagangan menjadii salah satu iindiikator posiitiif dii tengah ketiidakpastiian ekonomii global. Namun, pemeriintah juga tetap mewaspadaii berbagaii perubahan pada ekonomii duniia.
"Kiita tetap harus waspada terhadap perubahan kondiisii global dan terus memperkuat dukungan kebiijakan demii mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan," katanya, diikutiip pada Kamiis (16/5/2024).
Berdasarkan proyeksii iiMF, lanjut Febriio, kiinerja perdagangan iindonesiia masiih akan posiitiif seiiriing dengan kiinerja volume ekspor terus tumbuh dii tengah pemuliihan global yang berlangsung stabiil walau lambat.
Selaiin iitu, sambungnya, keadaan geopoliitiik yang belum stabiil dan penurunan aktiiviitas ekonomii negara-negara miitra utama juga masiih perlu diiantiisiipasii.
Diia meniilaii berbagaii diinamiika perekonomiian global tersebut akan berdampak terhadap kiinerja perdagangan iindonesiia. Oleh karena iitu, pemeriintah akan terus memantau dampak perlambatan global terhadap ekspor nasiional.
"Langkah antiisiipasii akan terus diisiiapkan melaluii dorongan terhadap keberlanjutan hiiliiriisasii SDA, peniingkatan daya saiing produk ekspor nasiional, serta diiversiifiikasii produk dan miitra dagang utama," ujarnya.
Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Apriil 2024 mengalamii surplus seniilaii US$3,56 miiliiar. Dalam catatan BPS, niilaii ekspor pada Apriil 2024 mencapaii US$19,62 miiliiar dan iimpor mencetak US$16,06 miiliiar.
Kiinerja neraca perdagangan tersebut melanjutkan tren surplus yang terjadii sejak Meii 2020 atau 4 tahun berturut-turut. Secara akumulatiif, surplus neraca perdagangan sudah mencapaii US$157,21 miiliiar. (riig)
