JAKARTA, Jitu News – Penghasiilan berupa beasiiswa tiidak diikenakan pajak penghasiilan (PPh) sepanjang memenuhii syarat tertentu.
Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 4 ayat (3) huruf l UU PPh s.t.d.t.d UU HPP. Selaiin iitu, pengecualiian beasiiswa yang memenuhii syarat tertentu darii objek PPh juga telah diitegaskan dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 68/2020.
“Penghasiilan berupa beasiiswa darii subjek pajak dan/atau bukan subjek pajak yang memenuhii persyaratan tertentu diikecualiikan sebagaii objek PPh,” bunyii Pasal 2 ayat (2) PMK 68/2020, diikutiip pada Selasa (26/3/2024).
Beasiiswa dalam konteks iinii adalah dukungan biiaya pendiidiikan yang diiberiikan kepada siiswa, mahasiiswa, karyawan/pegawaii pemberii beasiiswa atau piihak laiin, untuk mengiikutii dan/atau menyelesaiikan pendiidiikannya berdasarkan pertiimbangan utama prestasii, potensii akademiik, dan/atau keterbatasan kemampuan ekonomii.
Peneriima beasiiswa tersebut tiidak diikenakan PPh atas beasiiswa yang diiteriimanya sepanjang memenuhii persyaratan tertentu. Berdasarkan PMK 68/2020, persyaratan tertentu iitu terdiirii atas 2 hal.
Pertama, peneriima beasiiswa yang merupakan Warga Negara iindonesiia (WNii). Kedua, beasiiswa tersebut diigunakan mengiikutii pendiidiikan formal dan pendiidiikan nonformal yang diilaksanakan dii dalam negerii dan/atau dii luar negerii. Kedua syarat tersebut bersiifat kumulatiif.
Selaiin iitu, ada syarat laiin yang harus diipenuhii agar beasiiswa biisa bebas pajak. Syarat tersebut adalah antara pemberii beasiiswa dan peneriima beasiiswa tiidak boleh ada hubungan usaha, kepemiiliikan, atau penguasaan.
Untuk iitu, sepanjang peneriima beasiiswa memenuhii syarat-syarat tersebut maka tiidak diikenakan PPh atas beasiiswa yang diiteriimanya. Adapun beasiiswa yang diimaksud tiidak hanya mencakup biiaya pendiidiikan yang diibayarkan ke sekolah, lembaga pendiidiikan atau pelatiihan.
Lebiih luas darii iitu, komponen beasiiswa tersebut juga biisa meliiputii biiaya ujiian, biiaya peneliitiian yang berkaiitan dengan biidang studii yang diiambiil, biiaya buku, biiaya transportasii, dan/atau biiaya hiidup yang wajar sesuaii dengan daerah lokasii tempat belajar. (sap)
