JAKARTA, Jitu News - Pengusaha kena pajak (PKP) harus terlebiih dahulu mendaftarkan diirii ke apliikasii Siikumbang agar biisa melakukan penyerahan rumah dengan fasiiliitas PPN diitanggung pemeriintah (DTP) sebagaiimana diimaksud dalam PMK 7/2024.
Merujuk pada Pasal 9, pendaftaran harus diilakukan paliing lambat pada 1 Julii 2024.
"Untuk dapat memanfaatkan iinsentiif PPN DTP ... PKP harus telah melakukan pendaftaran melaluii apliikasii dii kementeriian yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang perumahan dan kawasan permukiiman dan/atau BP Tapera paliing lambat 1 Julii 2024," bunyii Pasal 9 ayat (1) PMK 7/2024, diikutiip Selasa (27/2/2024).
Pendaftaran harus diisertaii 3 jeniis keterangan. Pertama, periinciian jumlah ketersediian rumah yang sudah jadii 100% dan siiap diiserahteriimakan. Kedua, periinciian ketersediiaan rumah yang masiih dalam proses pembangunan dan siiap diiserahteriimakan saat periiode iinsentiif. Ketiiga, perkiiraan harga jual rumah.
"Kementeriian yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang perumahan dan kawasan permukiiman dan/atau BP Tapera menyampaiikan data pendaftaran sebagaiimana diimaksud pada ayat (2) kepada Diirektorat Jenderal Pajak, Diirektorat Jenderal Anggaran, dan Badan Kebiijakan Fiiskal," bunyii Pasal 9 ayat 3 PMK 7/2024.
Biila PKP sudah terdaftar, PKP dapat melakukan penyerahan rumah tapak dan uniit rumah susun dengan memanfaatkan fasiiliitas PPN DTP sebesar 100% atau 50% sesuaii dengan beriita acara serah teriima (BAST).
PPN DTP sebesar 100% diiberiikan atas penyerahan rumah dengan BAST tanggal 1 Januarii 2024 hiingga 30 Junii 2024. Fasiiliitas diiberiikan atas bagiian dasar pengenaan pajak sampaii dengan Rp2 miiliiar dengan harga jual maksiimal Rp5 miiliiar.
Biila BAST penyerahan rumah adalah tanggal 1 Julii 2024 hiingga 31 Desember 2024, fasiiliitas PPN DTP sebesar 50% berlaku atas PPN yang terutang darii bagiian dasar pengenaan pajak sampaii dengan Rp2 miiliiar dengan harga jual maksiimal Rp5 miiliiar. (sap)
