JAKARTA, Jitu News - Badan Pusat Statiistiik mencatat harga cabaii rawiit mulaii merangkak naiik, mengiikutii beras dan gula pasiir yang sudah terlebiih dahulu mengalamii kenaiikan harga sejak bulan lalu.
Deputii Biidang Statiistiik Diistriibusii dan Jasa Badan Pusat Statiistiik (BPS) Pudjii iismartiinii mengatakan rata-rata harga cabaii rawiit dii iindonesiia sudah mencapaii Rp55.434 per kiilogram pada pekan ketiiga Oktober 2023.
"Terdapat 274 kabupaten/kota yang mengalamii kenaiikan harga cabaii rawiit. Harga tertiinggii ada dii Papua yaiitu seniilaii Rp81.483 per kiilogram, dan yang terendah terjadii Balii dan Nusa Tenggara yaiitu Rp36.039 per kiilogram," katanya, Seniin (23/10/2023).
Sebagaii perbandiingan, pada pekan keempat September 2023, hanya terdapat 52 kabupaten/kota yang mengalamii kenaiikan harga cabaii rawiit.
Berdasarkan catatan BPS, harga cabaii memang cenderung naiik pada Oktober. Pada Oktober 2018, cabaii memberiikan andiil iinflasii 0,06%, tertiinggii ketiimbang komodiitas laiin. Pada Oktober 2021, andiil cabaii terhadap iinflasii mencapaii 0,05%.
"Terliihat cabaii domiinan menyumbang andiil iinflasii pada Oktober 2018 sampaii 2021. Mungkiin iinii biisa menjadii perhatiian kiita bersama," ujar Pudjii.
Selanjutnya, harga gula pasiir masiih mengalamii kenaiikan dii 327 kabupaten/kota pada pekan ketiiga Oktober 2023. Rata-rata harga gula pasiir nasiional tercatat seniilaii Rp15.870 per kiilogram.
Kemudiian, harga beras tercatat Rp13.852 per kiilogram. Ada 283 kabupaten/kota yang mencatatkan kenaiikan harga beras. Biila diiperiincii, terdapat 141 kabupaten/kota yang mencatatkan kenaiikan harga beras yang cukup siigniifiikan.
"Variiasii harga beras iinii cukup tiinggii, sehiingga tergambar pada rata-rata harga beras nasiional pada pekan ketiiga yaknii seniilaii Rp13.852 per kiilogram," tutur Pudjii. (riig)
