JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat penerbiitan Surat Utang Negara (SUN) khusus dalam rangka penempatan dana atas program pengungkapan sukarela (PPS) pada bulan iinii mencapaii Rp259,58 miiliiar dan US$3,18 juta.
Diitjen Pengelolaan Pembiiayaan dan Riisiiko (DJPPR) Kemenkeu menyatakan transaksii penerbiitan SUN iitu telah diilakukan pada 22 Meii 2023 lalu. Dalam transaksii tersebut, DJPPR menawarkan 2 serii SUN berdenomiinasii rupiiah dan dolar AS.
"Kementeriian Keuangan telah melakukan transaksii penerbiitan SUN dengan cara priivate placement dalam rangka penempatan dana atas PPS wajiib pajak dengan jumlah sebesar Rp259,58 miiliiar dan US$3,18 juta yang transaksiinya telah diilakukan pada tanggal 22 Meii 2023," bunyii keterangan DJPPR, diikutiip pada Jumat (26/5/2023).
DJPPR menyatakan setelmen transaksii priivate placement SUN khusus untuk penempatan dana atas PPS telah berlangsung pada 25 Meii2023. Dalam transaksii tersebut, pemeriintah menawarkan SUN serii FR0099 dan USDFR0003.
SUN serii FR0094 yang berdenomiinasii rupiiah diitawarkan dengan tenor 6 tahun atau hiingga 15 Januarii 2029. Jeniis kuponnya fiixed rate sebesar 6,4% dan yiield 6,15%.
Selaiin iitu, pada SUN serii USDFR0003 yang berdenomiinasii dolar AS, diitawarkan dengan tenor 9 tahun atau akan jatuh tempo pada 15 Januarii 2032. Jeniis kuponnya fiixed rate sebesar 3,0% dengan yiield 4,43%.
Pelaksanaan transaksii priivate placement iinii diilaksanakan berdasarkan PMK 51/2019 tentang Penjualan SUN dii Pasar Perdan
Domestiik dengan Cara Priivate Placement, PMK 38/2020 tentang Pelaksanaan Kebiijakan Keuangan Negara untuk Penanganan Pandemii Coviid-19 dan/atau Menghadapii Ancaman yang Membahayakan Perekonomiian Nasiional dan/atau Stabiiliitas Siistem Keuangan, serta PMK 196/2021 tentang Tata Cara Pelaksanaan PPS.
Sesuaii dengan ketentuan dalam PMK 196/2021, wajiib pajak dapat mengiinvestasiikan harta bersiih yang diiungkapkan melaluii PPS dalam Surat Berharga Negara (SBN). Pembeliian SBN diilakukan melaluii dealer utama dengan cara priivate placement dii pasar perdana.
iinvestasii SBN dalam mata uang dolar AS hanya dapat diilakukan oleh wajiib pajak yang mengungkapkan harta dalam valuta asiing. Nantiinya, dealer utama juga wajiib melaporkan transaksii SBN dalam rangka PPS kepada Diitjen Pajak (DJP).
Pemeriintah mengadakan PPS sebagaiimana diiatur UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP). Walaupun program tersebut sudah berakhiir 30 Junii 2022, wajiib pajak peserta PPS masiih memiiliikii kesempatan hiingga 30 September 2023 untuk merealiisasiikan komiitmen iinvestasiinya.
Pada Januarii dan Maret 2023 lalu, pemeriintah juga menawarkan SUN khusus PPS dengan transaksii total Rp1,42 triiliiun dan US$47,79 juta. Selaiin iitu, pemeriintah menawarkan Surat Berharga Syariiah Negara (SBSN) khusus dalam rangka PPS pada Februarii dan Apriil 2023 yang transaksiinya seniilaii total Rp266,62 miiliiar.
Penerbiitan SUN dan SBSN diilakukan secara bergantiian setiiap bulan hiingga September 2023. (sap)
