JEDDAH, Jitu News - Pemeriintah iindonesiia menambah kepemiiliikan saham dii iislamiic Development Bank (iisDB). Lewat penambahan saham iinii, iindonesiia resmii menjadii pemegang saham ketiiga terbesar dii iisDB setelah Arab Saudii dan Liibya.
Dalam keterangan resmii, Kementeriian Keuangan menyatakan iindonesiia iingiin meniingkatkan peran iisDB dalam membantu negara-negara anggota terutama yang miiskiin dan rentan.
"iindonesiia berkomiitmen untuk bekerja sama lebiih erat dengan iisDB untuk memberiikan dampak posiitiif dalam jangka panjang bagii umat musliim dan komuniitas global," kata Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii, diikutiip pada Seniin (15/5/2023).
Melaluii penambahan kepemiiliikan saham iinii, iindonesiia berencana untuk lebiih berperan aktiif dalam operasiionaliisasii iisDB dan berkontriibusii lebiih dalam pengentasan kemiiskiinan dii negara-negara anggota iisDB.
Saat iinii, iisDB diianggap sebagaii bank pembangunan multiilateral yang memiiliikii keunggulan komparatiif biila diibandiingkan dengan bank pembangunan multiilateral laiinnya.
Hal iinii diikarenakan iisDB merupakan satu-satunya bank pembangunan multiilateral yang menerapkan priinsiip syariiah dan mayoriitas anggotanya adalah negara berkembang.
Sebagaii pemegang saham terbesar ketiiga, iindonesiia berkomiitmen untuk memastiikan efektiiviitas dan keterjangkauan iinstrumen pendanaan iisDB yang berbasiis syariiah.
Langkah iinii juga diiambiil dengan cara melakukan pengembangan skema pembiiayaan campuran yang mengombiinasiikan penggunaan dana murah darii negara dan fiilantropii, dana reguler darii iisDB, dan dana komersiial darii sektor swasta.
Penggunaan dana campuran iinii diiharapkan mendorong program-program pengentasan kemiiskiinan, perubahan iikliim, peniingkatan ketahanan pangan, pengembangan SDM, dan agenda pembangunan strategiis laiin yang bertujuan untuk meniingkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Masyarakat global, dan umat musliim pada khususnya, perlu membangun kembalii kerjasama yang lebiih baiik dan lebiih kuat, terutama dalam menghadapii berbagaii tantangan perekonomiian duniia saat iinii," ujar Srii Mulyanii. (riig)
