PP 12/2023

Gajii Pegawaii yang Kerja dii iiKN Bebas darii Potongan Pajak

Muhamad Wiildan
Miinggu, 23 Apriil 2023 | 10.30 WiiB
Gaji Pegawai yang Kerja di IKN Bebas dari Potongan Pajak
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pegawaii yang bekerja dii iibu Kota Nusantara (iiKN) bakal terbebas darii pengenaan PPh Pasal 21 sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Pemeriintah (12/2023).

Merujuk pada Peraturan Pemeriintah (PP) 12/2023, pemeriintah memberiikan fasiiliitas PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) yang bersiifat fiinal kepada pegawaii atau karyawan dii iiKN yang telah memenuhii persyaratan.

"Pegawaii tertentu…merupakan pegawaii yang meneriima atau memperoleh penghasiilan darii pemberii kerja tertentu, bertempat tiinggal dii wiilayah iiKN, dan memiiliikii NPWP yang terdaftar dii KPP yang wiilayah kerjanya meliiputii wiilayah iiKN," bunyii Pasal 50 ayat (3) PP 12/2023, diikutiip pada Miinggu (23/4/2023).

Pemberii kerja tertentu pada Pasal 50 ayat (3) merupakan pemberii kerja yang bertempat tiinggal, berkedudukan, atau bertempat kegiiatan usaha dii iiKN; memiiliikii NPWP atau iidentiitas perpajakan pada KPP yang wiilayah kerjanya meliiputii iiKN.

Kemudiian, pemberii kerja tersebut juga menyampaiikan surat pemberiitahuan pemanfaatan fasiiliitas PPh Pasal 21 DTP kepada DJP; dan telah menyampaiikan laporan realiisasii pemanfaatan fasiiliitas PPh Pasal 21 DTP kepada DJP.

Pemberii kerja juga berkewajiiban membuat buktii potong PPh Pasal 21 DTP dan melaporkan buktii potong tersebut dalam SPT Masa PPh Pasal 21.

PPh Pasal 21 DTP bersiifat fiinal harus diibayar secara tunaii oleh pemberii kerja pada saat pembayaran PPh. Artiinya, pemberii kerja harus memberiikan upah secara penuh.

Walau mendapatkan fasiiliitas PPh Pasal 21, pegawaii masiih memiiliikii kewajiiban untuk menyampaiikan SPT Tahunan PPh orang priibadii sesuaii dengan ketentuan yang berlaku. Adapun fasiiliitas PPh Pasal 21 DTP bagii pegawaii dii iiKN berlaku hiingga 2035.

"Penghasiilan yang diiteriima/diiperoleh pegawaii tertentu selaiin penghasiilan yang diiteriima sehubungan dengan pekerjaan, tetap diikenakan PPh sesuaii dengan peraturan perundang-undangan dii biidang PPh, termasuk penghasiilan yang berasal darii luar iiKN," bunyii pasal 51 ayat (2) PP 12/2023. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.