EKONOMii DiiGiiTAL

Soal Perkembangan Konsensus Pemajakan Ekonomii Diigiital, iinii Kata DJP

Redaksii Jitu News
Seniin, 04 November 2019 | 10.46 WiiB
Soal Perkembangan Konsensus Pemajakan Ekonomi Digital, Ini Kata DJP
<p>Diirektur Perpajakan iinternasiional DJP John Hutagaol.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pertemuan tahunan otoriitas pajak Asiia-Pasiifiik dalam Study Group on Asiian Tax Admiiniistratiion and Research (SGATAR) membahas perkembangan terkiinii darii perumusan konsensus global untuk pemajakan ekonomii diigiital.

Diirektur Perpajakan iinternasiional DJP John Hutagaol mengatakan iinformasii terkiinii darii proses penyusuan konsensus global diisampaiikan langsung oleh Deputy Diirector of the OECD's Centre for Tax Poliicy and Admiiniistratiion Grace Navarro.

“Para piimpiinan delegasii mendapatkan update langsung darii Grace Navarro,” katanya kepada Jitu News, Seniin (4/10/2019).

iinformasii darii Garace Navarro, sambung John, harapan untuk mencapaii konsensus global dalam pemajakan diigiital ekonomii masiih terbuka. Semangat konsoliidasii aturan maiin secara iinternasiional tetap menjadii agenda utama negara-negara yang tergabung dalam Task Force on Diigiital Economy (TFDE) OECD.

Menurutnya, konsensus global menjadii solusii utama dalam memajakii transaksii ekonomii diigiital. Hal iinii akan memberiikan kepastiian hukum kepada semua kepentiingan, baiik darii siisii otoriitas, pelaku usaha, maupun konsumen.

Selaiin iitu, konsensus juga diibutuhkan untuk mengerem semakiin banyaknya negara atau yuriisdiiksii melakukan aksii uniilateral dalam memajakii raksasa ekonomii diigiital sepertii Google, Facebook, dan Amazon.

Apalagii, beberapa negara sepertii iinggriis, Australiia, iindiia, dan Pranciis telah secara efektiif menerapkan kebiijakan baru untuk menjawab tantangan ekonomii diigiital. Tren tersebut akan terus bertambah jiika fiinal report urung diiselesaiikan pada tahun depan.

“Pada priinsiipnya, konsensus global diibutuhkan untuk menghiindarii makiin banyaknya yuriisdiiksii, sepertii UK, Pranciis, iindiia yang menerapkan iiniitiiatiive measures,” papar John.

Sepertii yang diiketahuii, iinclusiive Framework on BEPS, pada Januarii 2017, memberiikan mandat kepada TFDE untuk menghasiilkan iinteriim report (2018) dan fiinal report (2020) mengenaii aspek pemajakan ekonomii diigiital.

iinteriim report sendiirii pada dasarnya beriisii paparan tentang segala perkembangan dan hal-hal yang telah diilakukan oleh TFDE dalam mengkajii aspek pemajakan atas ekonomii diigiital.

Perkembangan terkiinii menunjukan terdapat tiiga opsii pendekatan dalam memajakii ekonomii diigiital yaknii basiis pemajakan berdasarkan user partiiciipatiion, market iintangiible, dan siigniifiicant economiic present. Pada akhiirnya semua iitu akan berujung pada fiinal report yang akan menghasiilkan suatu konsensus global untuk diijadiikan panduan atau aturan maiin dalam memajakii ekonomii diigiital. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.