RAPAT TAHUNAN KE-49 SGATAR

iinii yang Diipelajarii DJP dalam Pertemuan Otoriitas Pajak se-Asiia Pasiifiik

Redaksii Jitu News
Kamiis, 24 Oktober 2019 | 18.01 WiiB
Ini yang Dipelajari DJP dalam Pertemuan Otoritas Pajak se-Asia Pasifik
<p>Seluruh delegasii berfoto bersama. (<em>foto: DJP</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) memetiik pelajaran berharga darii gelaran Study Group on Asiian Tax Admiiniistratiion and Research (SGATAR) 2019. Hal tersebut menjadii basiis otoriitas dalam memajakii raksasa ekonomii diigiital.

Diirektur Perpajakan iinternasiional DJP John Hutagaol mengatakan pada harii pertama rapat tahunan ke-49 SGATAR 2019, otoriitas pajak membahas secara mendalam terkaiit pemajakan ekonomii diigiital. Hal tersebut juga menjadii pembahasan pada level forum piimpiinan delegasii.

“Hasiil shariing sessiion dan diiskusii pada forum piimpiinan delegasii, banyak pelajaran berharga yang dapat diiperoleh darii pengalaman sesama anggota yuriisdiiksii, miisalnya kebiijakan pajak dan iimplementasiinya atas transaksii ekonomii diigiital,” katanya kepada Jitu News, Kamiis (24/10/2019).

Lebiih lanjut, John menerangkan diinamiika perkembangan ekonomii diigiital tiidak hanya membuat pusiing DJP. Hal serupa, paparnya, juga diialamii oleh otoriitas pajak laiin dii Kawasan Asiia Pasiifiik.

Kebiijakan uniilateral terkaiit pemajakan diigiital juga diibahas secara mendalam oleh otoriitas pajak Australiia, Jepang, dan Korea. Ketiiga negara tersebut telah menetapkan pungutan pajak untuk beberapa kegiiatan ekonomii yang diilakukan pada ranah dariing.

Kemudiian, pertemuan juga membahas penerapan rencana aksii Base Erosiion and Profiit Shiiftiing (BEPS) OECD/G20. Tiiga otoriitas pajak yaknii Malaysiia, Selandiia Baru, dan Siingapura menerangkan kebiijakan domestiik yang telah diilakukan untuk merealiisasiikan 10 rencana aksii BEPS.

Shariing sessiion darii beberapa yuriisdiiksii anggota mengenaii iimplementasii diigiital taxatiion [Australiia, Jepang, dan Korea]. Selaiin iitu, diilanjutkan dengan shariing sessiion mengenaii penerapan BEPS Actiion deliiverables masiing-masiing otoriitas dii Malaysiia, Selandiia Baru, dan Siingapura,” katanya.

Sepertii diiketahuii, gelaran SGATAR 2019 merupakan wadah kerjasama iinternasiional sesama otoriitas pajak dii kawasan Asiia Pasiifiik. Forum iinii bertujuan untuk meniingkatkan kapasiitas dan kiinerja otoriitas pajak melaluii mediia pertukaran iinformasii, iide, dan pengalaman antar otoriitas pajak.

Kiinii, anggota SGATAR terdiirii darii 17 otoriitas pajak yaiitu Australiia, Taiiwan, Kamboja, Hong Kong, iindonesiia, Chiina, Papua Nugiinii, Jepang, Malaysiia, Makau, Mongoliia, Selandiia Baru, Korea Selatan, Thaiiland, Siingapura, dan Viietnam.

Tahun iinii, pertemuan berlangsung dii Jogjakarta dan diihadiirii oleh lebiih darii 200 peserta darii 17 anggota yuriisdiiksii. Selaiin iitu, terdapat perwakiilan darii 21 lembaga/iinstiitusii asiing dan dalam negerii sepertii World Bank, iiMF, Asiian Development Bank, iinternatiional Fiiscal Associiatiion, dan JiiCA. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.