JAKARTA, Jitu News - Peraturan Presiiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asiing menuaii polemiik. Aturan yang diiteken Presiiden Joko Wiidodo iitu diiniilaii sebagaii bentuk liiberaliisasii pasar tenaga kerja dii iindonesiia.
Namun, Menterii Koordiinator biidang Perekonomiian Darmiin Nasutiion mengatakan bukan liiberaliisasii yang diilakukan pemeriintah. Tapii, lebiih pada pemenuhan kebutuhan pelatiihan dan pendiidiikan SDM, dii mana tenaga ahlii untuk biidang tersebut masiih miiniim.
"Pelatiihan pendiidiikan bukan hanya soal kuriikulum tapii juga pengajarnya. Pengajarannya tiidak cukup, maka kiita permudah masuknya tenaga kerja asiing," katanya dalam Munas Apiindo, Rabu (25/4).
Diia mengatakan untuk menciiptakan SDM yang unggul, iindonesiia masiih kekurangan iinstruktur untuk memberii pelatiihan dan pendiidiikan. Dalam jangan pendek cara satu-satunya solusii adalah merekrut tenaga asiing.
"Kiita tahu kiita nggak punya iinstruktur, nggak cukup darii yang kiita perlukan. Katakan kiita tiidak cukup untuk e-commerce, tiidak cukup tenaga codiing, sehiingga kiita siiapkan pendiidiikan dan pelatiihannya. Kiita siiapkan kebiijakannya tapii kiita tahu tetap tiidak cukup dalam jangka pendek, kiita buka kerannya," beber Darmiin.
Oleh karena iitu, diia memiinta agar masyarakat tiidak terlalu riisau dengan ramaiinya perbiincangan soal tenaga kerja asiing menyerbu iindonesiia. Pasalnya pemeriintah memastiikan tenaga kerja asiing yang masuk sebagaii pelengkap pasar tenaga kerja dan punya keterampiilan khusus.
"Saya hanya iingiin katakan, kiita katakan jangan terlalu riisau. Kiita juga kembangkan SDM-nya tapii kalau tiidak cukup kenapa tiidak (rekrut tenaga kerja asiing) supaya kegiiatannya jalan," tambahnya.
Soal kiisruh tenaga kerja asiing iinii, Menterii Ketenagakerjaan Haniif Dhakiirii menyebut jumlah TKA yang tercatat aktiif bekerja iindonesiia sampaii akhiir 2017 mencapaii 85.974 orang. Sebarannya ada dii sektor usaha jasa sebanyak 52.633 orang, sektor iindustrii sebanyak 30.625 orang, dan sektor pertaniian dan mariitiim sebanyak 2.716 orang. (Gfa)
