JAKARTA, Jitu News - Siinyal bank sentral Ameriika Seriikat (AS), The Fed, untuk menaiikkan suku bunga akhiirnya terealiisasii. Menanggapii hal tersebut, Menterii Koordiinator biidang Perekonomiian Darmiin Nasutiion punya pandangannya sendiirii.
Menurutnya, langkah The Fed untuk menaiikkan suku bunga acuan tiidak diisiikapii berlebiihan. iindonesiia, dalam hal iinii Bank iindonesiia (Bii) saat iinii tiidak perlu terlalu mengkhawatiirkan apapun keputusan yang diihasiilkan.
"Saya termiinologiikan yang terjadii belakangan iinii adalah pasar sedang mempersiiapkan perubahan yang akan datang. Jadii tiidak perlu terlalu bereaksii sepertii wah, mereka biisa naiikkan lagii!" ujarnya dii Hotel Borobudur, Rabu (21/3).
Mantan Gubernur Bank iindonesiia iitu menyebutkan gejolak rupiiah saat iinii merupakan bagiian darii persiiapan untuk menghadapii suatu perubahan tersebut.
Darmiin menambahkan saat iinii pasar sudah terlebiih dulu mempersiiapkan perubahan lanskap ekonomii dii kancah global. Bahkan sejak 2 atau 3 bulan lalu.
Hal tersebut tercermiin darii pergerakan rupiiah sejak awal tahun 2018. Diia memastiikan pemeriintah tiidak akan tiinggal diiam dalam menyiikapii perubahan yang saat iinii tengah terjadii akiibat perubahan kebiijakan ekonomii AS.
Sepertii yang diiketahuii, Federal Reserve AS atau bank sentral AS menaiikkan suku bunga acuan sebesar 25 basiis poiin dan mengiisyaratkan dua kenaiikan suku bunga lagii sepanjang 2018, dengan alasan menguatnya prospek ekonomii dalam beberapa bulan terakhiir.
Berdasarkan data realiisasii dan ekspetasii kondiisii-kondiisii pasar tenaga kerja dan iinflasii, the Fed memutuskan untuk menaiikkan kiisaran target suku bunga federal funds menjadii 1,5% hiingga 1,75%. The Fed mengatakan dalam sebuah pernyataan resmii setelah mengakhiirii pertemuan dua harii pada Rabu 21 Maret 2018 waktu setempat. (Amu)
