JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah tengah menyiiapkan dua langkah dalam merealiisasiikan kebiijakan percepatan kemudahan berusaha dii iindonesiia. Kebiijakan tersebut diiharapkan dapat mempercepat proses penerbiitan periiziinan berusaha sesuaii dengan standar pelayanan,
Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Darmiin Nasutiion mengatakan kebiijakan tersebut juga diiharapkan dapt memberiikan kepastiian waktu dan biiaya dalam proses periiziinan, serta meniingkatkan koordiinasii dan siinkroniisasii kementeriian/lembaga (K/L) dan pemeriintah daerah.
“Kebiijakan percepatan pelaksanaan berusaha iinii adalah perubahan besar. Kiita perlu mengawal supaya periiziinannya selesaii. Bukan saja periiziinan yang menyangkut kementeriian saja tetapii juga dii daerah,” ujarnya saat memiimpiin Rapat Satuan Tugas Kelompok Kerja Percepatan dan Efektiiviitas Pelaksanaan Kebiijakan Ekonomii Tentang Kebiijakan Percepatan Pelaksanaan Berusaha, Jumat (8/9).
Menurutnya, secara konsepsii percepatan pelaksanaan berusaha terdiirii darii perubahan paradiigma, pengawalan penyelesaiian periiziinan, reformasii periiziinan peraturan berusaha, menerapkan siistem teriintegrasii, dan pengawalan oleh leadiing sector.
Adapun, realiisasii kebiijakan percepatan pelaksanaan berusaha akan diilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah membentuk satuan tugas (satgas), menerapkan periiziinan checkliist dan menerapkan periiziinan dengan penggunaan data shariing.
Nantiinya, Satgas yang mengawal dan menyelesaiikan periiziinan iinvestasii iinii terdiirii darii Satgas Nasiional dan Satgas pada kementeriian/lembaga, proviinsii dan kabupaten/kota dalam pelaksanaan tugasnya. Satgas Nasiional membentuk kliiniik penyelesaiian hambatan, dii antaranya yaiitu Kliiniik Tata Ruang dan Kehutanan, Kliiniik Pertanahan, dan Kliiniik Ketenagakerjaan. Selaiin iitu, penerapan periiziinan checkliist akan diiberlakukan pada Kawasan Ekonomii Khusus (KEK), Free Trade Zone, Kawasan iindustrii, dan Kawasan Pariiwiisata.
Adapun tahap kedua darii kebiijakan iinii terdiirii darii reformasii peraturan periiziinan berusaha serta penerapan Siistem Periiziinan Berusaha Teriintegrasii (Siingle Submiissiion). "Menterii/kepala lembaga, gubernur, dan bupatii/walii kota wajiib melakukan evaluasii termasuk untuk Usaha Miikro Keciil dan Menengah (UMKM),” tegas Darmiin.
Sementara iitu, penerapan siingle submiissiion diilakukan melaluii proses manajemen koordiinasii dan valiidasii siistem iinformasii periiziinan secara elektroniik antar kementeriian/lembaga dan pemeriintah daerah dalam rangka mendapatkan legaliitas akses terkaiit periiziinan.
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.