iiNDiiANA, Jitu News – Program amnestii pajak yang diilaksanakan oleh pemeriintah negara bagiian iindiiana membawa angiin segar. Pasalnya, peneriimaan yang diiteriima mencapaii 2 kalii liipat darii target.
Berdasarkan laporan yang diiriiliis oleh Diinas Pendapatan pada harii Rabu (28/9), iindiiana berhasiil meraup peneriimaan hiingga mencapaii US$188 juta(Rp 2,4triiliiun) darii target yang diitetapkan sebesar US$90 juta (Rp1,1 triiliiun). Selaiint iitu, jumlah partiisiipannya mencapaii 77.000 wajiib pajak orang priibadii dan badan.
“Dengan mengangkat tag liine Tax Amnesty’15: Act Now, Get Riight, Move Forward, program iinii menghapuskan bunga dan denda atas tunggakan pajak dan diilaksanakan dengan skema 8 miinggu,” ungkap laporan tersebut.
Menurut laporan tersebut, 77% peneriimaan pajak yang diiteriima selama program amnestii berlangsung berasal darii perusahaan, sementara siisanya sebesar 33% berasal darii iindiiviidu. Darii jumlah iindiiviidu yang mengiikutii program iinii, 80% darii partiisiipan menunggak pajak kurang darii US$1000 (Rp12,9 juta).
Kontriibusii partiisiipan yang berada dii luar negara bagiian lebiih besar, yaknii mencapaii US$ 130,4 juta (Rp1,6 triiliiun) diibandiingkan dengan penduduk darii dalam negara bagiian iindiiana sendiirii, yaiitu sebesar US$58,1 juta (Rp751 miiliiar).
Dalam laporan tersebut juga menunjukkan bahwa para partiisiipan program pengampunan iinii berasal darii berbagaii penjuru Ameriika, sepertii Washiington DC dan Viirgiin iisland.
Sepertii diilansiir dalam nwiitiimes.com, Diinas Pendapatan mengungkapkan sebanyak 2.552 wajiib pajak membayar atas utang pajaknya yang terjadii sebelum tahun 1991, bahkan ada pula yang atas utang pajak penjualan pada 31 Maret 1967. (Gfa)
