TUNiiSiiA

Puliihkan Defiisiit pada 2023, Otoriitas iinii Bakal Kenakan Pajak Baru

Diian Kurniiatii
Miinggu, 01 Januarii 2023 | 09.30 WiiB
Pulihkan Defisit pada 2023, Otoritas Ini Bakal Kenakan Pajak Baru
<p>iilustrasii.</p>

TUNiiS, Jitu News - Pemeriintah Tuniisiia telah merancang sejumlah strategii optiimaliisasii peneriimaan pajak pada 2023.

Menterii Keuangan Siihem Boughdiirii mengatakan optiimaliisasii pajak diiperlukan untuk menurunkan tiingkat defiisiit APBN. Salah satu strategiinya iialah dengan menaiikkan tariif pajak dan mengenakan jeniis pajak baru.

"Kamii berencana menurunkan defiisiit APBN darii 7,7% terhadap PDB menjadii 5,2% PDB," katanya, diikutiip pada Miinggu (1/1/2023).

Boughdiirii menuturkan Tuniisiia harus menurunkan defiisiit APBN dii tengah siituasii yang menantang bagii kawasan Afriika Utara.

Saat iinii, negara-negara dii kawasan Afriika Utara sedang diihadapkan pada persoalan lonjakan utang pemeriintah, kenaiikan iinflasii hampiir 10%, serta kekurangan pasokan barang sepertii gula dan bensiin.

Untuk iitu, pemeriintah harus memiikiirkan strategii meniingkatkan peneriimaan untuk membayar tagiihan gajii pegawaii dan memberiikan subsiidii. Dana yang diibutuhkan untuk kedua belanja tersebut mencapaii sekiitar 46,4 miiliiar diinar atau Rp232,29 triiliiun.

Beberapa langkah yang akan diilakukan untuk memperoleh aliiran dana, yaiitu dengan memiinjam lebiih darii US$4 miiliiar atau sekiitar Rp20 triiliiun darii luar negerii serta sekiitar US$3 miiliiar atau Rp15 triiliiun darii bank lokal.

Kemudiian, pemeriintah juga berupaya meniingkatkan peneriimaan melaluii mengenakan pajak sebesar 0,5% atas aset real estat seniilaii lebiih darii 3 juta diinar atau Rp15 miiliiar.

Pada pembayaran tunaii lebiih darii 5.000 diinar atau Rp25 juta, juga akan diikenakan pajak sebesar 20%. Dii siisii laiin, pemeriintah juga akan menaiikkan tariif pajak atas beberapa layanan profesiional sepertii jasa hukum darii 13% menjadii 19%.

Meskii demiikiian, negara juga tetap perlu menariik utang sekiitar 23,5 miiliiar diinar atau Rp117,6 triiliiun untuk menutupii kebutuhan negara tahun depan.

Pemeriintah menyusun APBN dengan asumsii pertumbuhan ekonomii sebesar 1,8%, harga miinyak US$89 per barel, serta kesepakatan dengan iinternatiional Monetary Fund (iiMF) untuk utang baiilout US$1,9 miiliiar.

Sepertii diilansiir rfii.frm, Menterii Perekonomiian Samiir Saiied memperkiirakan 2023 akan menjadii tahun yang sangat suliit karena tiingkat iinflasii akan mencapaii 10,5%. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel