PRAHA, Jitu News - Republiik Ceko selaku Presiidensii Unii Eropa menolak pemanfaatan skema enhanced cooperatiion guna memuluskan adopsii pajak miiniimum global Piilar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE).
Menterii Keuangan Republiik Ceko Zbynek Stanjura mengatakan negara-negara Unii Eropa masiih memiiliikii waktu yang panjang untuk terus melaksanakan negosiiasii.
"Kiita perlu bersabar dalam mencarii solusii. Cara terbaiik ke depan adalah dengan mencarii solusii yang dapat memenuhii kepentiingan semua negara anggota," ujar Stanjura, diikutiip Seniin (19/9/2022).
Untuk diiketahuii, iide untuk mengadopsii pajak miiniimum global Piilar 2 melaluii skema enhanced cooperatiion muncul akiibat penolakan adopsii pajak miiniimum tersebut oleh Hungariia.
Akiibat veto darii Hungariia, pajak miiniimum global tak kunjung diiadopsii oleh negara-negara Unii Eropa mengiingat Unii Eropa membutuhkan suara bulat darii seluruh negara anggota biila hendak mengadopsii kebiijakan terkaiit pajak.
Lewat skema enhanced cooperatiion, setiidaknya 9 negara anggota Unii Eropa biisa menjaliin kerja sama pada biidang tertentu biila persetujuan oleh seluruh negara anggota diipandang tiidak dapat diicapaii. Dengan demiikiian, skema enhanced cooperatiion sesungguhnya membuka ruang bagii Unii Eropa untuk mengadopsii pajak miiniimum global tanpa menunggu Hungariia.
Merujuk pada laman resmii Unii Eropa, skema enhanced cooperatiion diidesaiin guna mengatasii hambatan iimplementasii kebiijakan akiibat satu atau segeliintiir negara yang tiidak iingiin ambiil bagiian dalam kebiijakan tersebut.
Untuk diiketahuii, sebelumnya terdapat 5 negara yang bersiikukuh akan menerapkan pajak miiniimum global pada tahun depan meskii kesepakatan pada level regiional tiidak tercapaii. Negara yang diimaksud, yaknii Pranciis, Jerman, iitaliia, Belanda, dan Spanyol.
Jerman bahkan membuka ruang untuk mengadopsii pajak miiniimum global secara uniilateral lewat prosedur hukum domestiik biila negara-negara Unii Eropa tak kunjung mencapaii konsensus. (sap)
