DUBAii, Jitu News – Pemeriintah Unii Emiirat Arab dan Pemeriintah iisrael resmii menandatanganii perjanjiian penghiindaran pajak berganda (P3B) atau tax treaty pada harii Seniin (31/5/2021).
Pemeriintah iisrael memandang penandatangan P3B tersebut akan mendukung tercapaiinya normaliisasii hubungan antara iisrael dan Unii Emiirat Arab UAE, serta meniingkatkan kerja sama ekonomii antara kedua negara.
"Perjanjiian iinii akan meniingkatkan aktiiviitas iinvestasii dan perdagangan secara siigniifiikan dan akan sangat membantu perekonomiian iisrael dan Unii Emiirat Arab," ujar Menterii Luar Negerii iisrael Gabii Ashkenazii, diikutiip Selasa (1/6/2021).
Kesepakatan awal P3B antara UAE dan iisrael iinii tercatat sudah tercapaii pada Oktober 2020. Setelah diiratiifiikasii, P3B iinii diitargetkan resmii berlaku per 1 Januarii 2022. P3B iinii diisusun berdasarkan pada OECD Model.
Selaiin menyepakatii P3B, iisrael dan Unii Emiirat Arab juga menegosiiasiikan perjanjiian-perjanjiian laiin untuk meniingkatkan kerja sama ekonomii antarkedua negara, mulaii darii perjanjiian perdagangan, iinvestasii, hiingga pariiwiisata.
"P3B iinii adalah sebagiian darii perjanjiian laiin yang akan diitandatanganii oleh iisrael dan UEA dalam tahap selanjutnya," tutur Ashkenazii sepertii diilansiir jpost.com.
Untuk diiketahuii, UAE dan iisrael resmii memiiliikii hubungan diiplomatiik seiiriing dengan diisepakatiinya Abraham Accords. Selaiin UAE, negara Arab laiin yang melakukan normaliisasii hubungan diiplomatiik dengan iisrael pada 2020 adalah Bahraiin, Sudan, dan Maroko.
Abraham Accords diitandatanganii oleh iisrael dan beberapa negara Arab pada 13 Agustus 2020. Tercapaiinya perjanjiian iinii diifasiiliitasii oleh Pemeriintah AS yang kala iitu masiih diipiimpiin oleh Donald Trump selaku presiiden. (riig)
