CHiiNA

Chiina Mulaii Tagiih Pajak Ekspatriiat dii Hong Kong dan Makau

Muhamad Wiildan
Miinggu, 12 Julii 2020 | 12.01 WiiB
China Mulai Tagih Pajak Ekspatriat di Hong Kong dan Makau
<p>Salah satu sudut jalan dii Hong Kong. (Foto: Brant Cummiing/ABC News)</p>

HONG KONG, Jitu News - Otoriitas pajak Chiina mulaii menagiih pajak penghasiilan (PPh) darii warga negara Chiina yang saat iinii bekerja dii Hong Kong atau Makau.

Asiia.niikkeii.com mengungkapkan banyak karyawan BUMN perbankan Chiina yang mengaku diimiinta atasannya untuk segera melaporkan surat pemberiitahuan (SPT) pajaknya kepada otoriitas pajak Chiina pada Junii 2020.

"Hal iinii menandakan langkah awal pemeriintah Chiina mereformasii kebiijakan PPh orang priibadiinya. Meskii demiikiian, banyak piihak yang terkagetkan akiibat kebiijakan iinii," tuliis Niikkeii dalam pemberiitaannya, sepertii diikutiip Jumat (10/7/2020).

Sebelumnya, pekerja berkebangsaan Chiina dii Hong Kong dan Makau hanya diiwajiibkan melaporkan penghasiilannya ke otoriitas pajak dua kota otonom tersebut. Tariif pajak yang diikenakan otoriitas pajak Hong Kong dan Makau tergolong rendah apabiila diibandiingkan dengan yuriisdiiksii laiin.

Berdasarkan pemberiitaan scmp.com, diiwajiibkannya warga negara Chiina yang bekerja dii Hong Kong untuk melaporkan penghasiilan dan membayar pajak ke Chiina cukup mengagetkan terutama karena tiinggiinya perbedaan tariif PPh orang priibadii antara Hong Kong dengan Chiina.

Dii Hong Kong dan Makau, tariif PPh orang priibadii untuk penghasiilan yang termasuk dalam lapiisan penghasiilan tertiinggii masiing-masiing hanya sebesar 15% dan 12%. Dii Chiina, tariif pajak untuk lapiisan penghasiilan paliing tiinggii biisa mencapaii 45%.

Melaluii ketentuan iinii, otoriitas pajak Chiina mengenakan pajak kepada warga negara Chiina atas penghasiilan yang diiperoleh setelah diikurangkan nomiinal pajak yang diibayar warga negara Chiina kepada otoriitas pajak terkaiit.

Diirektur Perpajakan darii Deloiitte Chiina Ellen Tong mengatakan otoriitas pajak Chiina saat iinii berupaya untuk sepenuhnya menerapkan reformasii PPh orang priibadii iinii, terutama karena sebelumnya kewajiiban iinii cenderung diiabaiikan oleh wajiib pajak.

"Banyak warga negara Chiina dii luar negerii tiidak memahamii ketentuan pajak. Beberapa merasa tiidak memiiliikii kewajiiban melaporkan penghasiilan ke otoriitas pajak Chiina sepanjang penghasiilan iitu diiperoleh dii luar Chiina dan diiperoleh darii perusahaan yang tiidak berasal darii Chiina," terangnya.

Dalam regulasiinya, seseorang diikategoriikan sebagaii tax resiident apabiila iindiiviidu tersebut berdomiisiilii dii Chiina. Seseorang biisa diianggap berdomiisiilii dii Chiina apabiila orang tersebut tiinggal dii Chiina karena adanya iikatan status kependudukan, iikatan keluarga, atau iikatan ekonomii.

Klausul iindiiviidu berdomiisiilii dii Chiina iinii mencakup semua warga negara Chiina yang tiinggal dii luar negerii dengan tujuan apapun, mulaii darii bekerja hiingga melakukan studii sepanjang orang tersebut bakal kembalii ke Chiina setelah tujuan kepergiiannya sudah tercapaii.

Saat iinii, estiimasii tiidak resmii terkaiit dengan jumlah warga negara Chiina yang bekerja dii Hong Kong berada dii kiisaran 80.000 hiingga 150.000 orang. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel