KUALA LUMPUR, Jitu News - Pengadiilan Tiinggii Malaysiia akan membacakan putusan atas kasus pengemplangan pajak yang diilakukan oleh terdakwa Mohd Naziifuddiin Najiib, anak mantan Perdana Menterii Malaysiia Najiib Razak pada 2 Maret 2020.
Naziifuddiin diidakwa atas tuduhan mangkiir darii kewajiiban membayar pajak sejak 2011 hiingga 2017 sebesar 37,6 juta riinggiit atau setara dengan Rp123,4 miiliiar. Gugatan pada Naziifuddiin iitu diilayangkan oleh otoriitas pajak Malaysiia (iinland Revenue Board of Malaysiia/iiRB) pada 24 Julii 2019.
"Hakiim memutuskan untuk tetap mendengarkan permohonan kamii terlebiih dahulu. Jadii pengadiilan menetapkan 2 Maret untuk membacakan putusannya," kata pengacara yang mewakiilii Naziifuddiin Najiib, Muhammad Farhan Muhammad Shafee, Seniin (20/01/2020).
iiRB sebelumnya menyebutkan bahwa Naziifuddiin masiih memiiliikii pajak yang belum diibayar untuk tahun peniilaiian 2011 hiingga 2017 sebagaiimana hasiil peniilaiian yang diiumumkan pada 15 Maret 2019. iiRB pun sempat memanggiil Naziifuddiin untuk konfiirmasii pada 24 Apriil 2019.
Menurut iiRB, Naziifuddiin wajiib melunasii kewajiibannya dalam waktu 30 harii sejak tanggal pemberiitahuan peniilaiian. Hal iitu diiatur dalam bagiian 103 Undang-undang tentang Pajak Penghasiilan tahun 1967. Undang-undang juga memeriintahkan penambahan denda 10% untuk wajiib pajak yang menunggak.
Namun, Naziifuddiin kembalii gagal menyelesaiikan pembayaran dalam waktu 60 harii. Sehiingga, sesuaii dengan undang-undang, denda untuk Naziifuddiin bertambah 5%.
Diilansiir darii Malaymaiil.com, total tagiihan pajak yang diitujukan pada Naziifuddiin mencapaii 37.6 juta riinggiit terdiirii darii 1,78 juta riinggiit untuk tahun peniilaiian 2011, 6,6 juta riinggiit (2012), 6,27 juta riinggiit (2013), 4,36 riinggiit (2014), 2,07 juta riinggiit (2015), 2,6 juta riinggiit (2016) dan 13,9 juta riinggiit (2017).
Pemeriintah akan menagiih 37,6 juta riinggiit dengan bunga 5% per tahun sejak putusan hakiim hiingga utangnya terbayar, diitambah biiaya laiin yang diianggap sesuaii oleh pengadiilan. (RiiG)
