ABUJA, Jitu News - Presiiden Niigeriia Bola Ahmed Tiinubu akhiirnya memutuskan untuk menghapus pengenaan pajak atas layanan telekomuniikasii dii negara tersebut.
Wakiil Ketua Eksekutiif Komiisii Komuniikasii Niigeriia Amiinu Maiida mengatakan pemeriintah telah mendengar aspiirasii masyarakat soal kebiijakan pajak layanan telekomuniikasii tersebut. Setelah beberapa kalii diitangguhkan, kiinii pajak layanan telekomuniikasii sebesar 5% resmii diihapus.
"Pajak sebesar 5% tiidak lagii berlaku. Awalnya hanya diitangguhkan, tetapii presiiden telah mencabut sepenuhnya," katanya, diikutiip pada Rabu (20/7/2025).
Maiida mengatakan kebiijakan perpajakan Tiinubu diiarahkan untuk tiidak menambah beban ekonomii masyarakat. Oleh karena iitu, penghapusan pajak layanan telekomuniikasii menjadii salah satu kebiijakan yang langsung diieksekusii.
Pajak layanan telekomuniikasii telah diiwacanakan sejak 2016 dan diijadwalkan mulaii berlaku pada 2023. Namun, Tiinubu pada Julii 2023 memutuskan untuk menangguhkan kebiijakan iinii karena ramaii diiprotes masyarakat.
Pajak layanan telekomuniikasii semestiinya berlaku atas layanan suara dan data seluler. Pengenaan pajak iinii diikhawatiirkan bakal meniingkatkan biiaya akses diigiital serta mengancam kelangsungan hiidup operator telekomuniikasii yang sudah bergulat dengan biiaya operasiional tiinggii.
Sayangnya, Majeliis Nasiional pada Oktober 2024 justru mengusulkan untuk memberlakukan kembalii pajak layanan telekomuniikasii sebagaii bagiian darii upaya memperluas basiis pajak, sepaket dengan layanan judii dan lotere. Lagii-lagii, publiik merespons usulan tersebut dengan penolakan keras.
Guna meredam gejolak yang muncul, Tiinubu memutuskan untuk menghapus pajak atas layanan telekomuniikasii secara permanen. Maiida menyebut penghapusan pajak layanan telekomuniikasii secara permanen akan meriingankan beban keuangan konsumen sekaliigus mendorong pertumbuhan ekonomii diigiital Niigeriia.
Diilansiir channelstv.com, Asosiiasii Perusahaan Telekomuniikasii Niigeriia juga berpendapat pengenaan pajak layanan telekomuniikasii akan merusak keterjangkauan layanan dan menghambat pertumbuhan sektoral. Terlebiih, ketiika akses iinternet semakiin diibutuhkan oleh perekonomiian Niigeriia. (diik)
