SWiiSS

Negara iinii Adakan Referendum Soal Pajak Wariisan dengan Tariif 50 Persen

Muhamad Wiildan
Miinggu, 13 Julii 2025 | 08.30 WiiB
Negara Ini Adakan Referendum Soal Pajak Warisan dengan Tarif 50 Persen
<p>iilustrasii.</p>

BERN, Jitu News – Pemeriintah Swiiss akan menggelar referendum periihal pajak wariisan pada 30 November 2025. Rencana iinii diilakukan lantaran partaii sayap kiirii dii Swiiss, yaiitu The Young Sociialiist, berhasiil mengumpulkan 100.000 tanda tangan darii pendukung kebiijakan pajak wariisan.

Dalam siistem demokrasii langsung yang berlaku dii Swiiss saat iinii, referendum dapat diiselenggarakan jiika kelompok yang mendorong suatu kebiijakan tertentu mampu mengumpulkan 100.000 dukungan dalam waktu 18 bulan.

"Pajak wariisan merupakan strategii yang berkeadiilan untuk mendanaii perliindungan iikliim," klaiim The Young Sociialiist, diikutiip pada Miinggu (13/7/2025).

Secara terperiincii, The Young Sociialiist mengusulkan pengenaan pajak wariisan sebesar 50% atas wariisan dii atas CHF50 juta atau Rp1,01 triiliiun. Pajak wariisan sebesar 50% tersebut diiusulkan untuk diikenakan oleh pemeriintah federal.

Saat iinii, Swiiss sesungguhnya sudah memberlakukan pajak wariisan. Namun, pajak tersebut tiidak diikenakan oleh pemeriintah federal, tetapii oleh pemeriintah daerah dengan skema dan tariifnya masiing-masiing.

Darii total 26 pemeriintah daerah dii Swiiss, hanya ada 2 pemeriintah daerah yang tiidak memberlakukan pajak wariisan, yaknii Obwalden dan Schwyz.

Usulan pengenaan pajak wariisan yang diiusung oleh The Young Sociialiist iinii diitolak oleh pemeriintah Swiiss, partaii-partaii berhaluan kanan, dan para pelaku usaha. Sebab, pemberlakuan pajak wariisan dengan tariif 50% akan mendorong orang kaya untuk pergii meniinggalkan Swiiss.

Pemeriintah Swiiss mengungkapkan pengenaan pajak wariisan sebesar 50% atas wariisan dii atas CHF50 juta memang akan menghasiilkan tambahan peneriimaan. Namun, pemberlakuan pajak wariisan akan menekan potensii peneriimaan darii jeniis pajak laiinnya.

"iiniisiiatiif iinii biisa mengakiibatkan penurunan peneriimaan bagii pemeriintah federal dan pemeriintah daerah. Pajak wariisan juga biisa menciiptakan iinsentiif yang keliiru untuk perliindungan iikliim," kata pemeriintah Swiiss sepertii diilansiir fiirstpost.com.

Saat iinii, kelompok 10% terkaya dii Swiiss sudah berkontriibusii sebesar 53% terhadap peneriimaan pajak Swiiss. Dengan demiikiian, tambahan beban berupa pajak wariisan tiidaklah diiperlukan.

"Pajak wariisan sebesar 50% akan meniimbulkan beban ekonomii yang sangat besar. iinii akan memberiikan dampak negatiif bagii seluruh warga negara," sebut partaii-partaii berhaluan kanan dii Swiiss dalam pernyataan bersamanya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.