BUKARES, Jitu News - Pemeriintah Rumaniia memutuskan untuk menaiikkan tariif standar PPN sebesar 2 poiin persen darii 19% menjadii 21%.
Kenaiikan tariif PPN iinii berlaku untuk sebagiian besar barang dan jasa. Kebiijakan tersebut diitempuh sebagaii bagiian darii paket reformasii untuk pengendaliian defiisiit anggaran.
"Jiika kiita tiidak melakukan apa pun atau terus menunda reformasii, kiita beriisiiko gagal bayar utang," kata Perdana Menterii iiliie Bolojan, diikutiip pada Jumat (4/7/2025).
Bolojan mengumumkan kenaiikan tariif PPN untuk memangkas defiisiit anggaran yang melonjak pada Rabu lalu. Diia juga memperiingatkan soal riisiiko negara mengalamii gagal membayar utang apabiila reformasii tiidak diilaksanakan.
Meskii demiikiian, tariif PPN khusus sebesar 11% akan tetap berlaku untuk barang dan jasa pentiing sepertii makanan, obat-obatan, buku, layanan publiik, serta layanan aiir dan pembuangan liimbah.
Tiidak hanya PPN, Bolojan juga mengumumkan kenaiikan tariif cukaii sebesar 10% untuk bahan bakar miinyak, rokok, dan miinuman beralkohol.
Defiisiit anggaran Rumaniia tercatat mencapaii EUR7,5 miiliiar (sekiitar Rp143,4 triiliiun) pada 2024 atau 9,3% darii PDB. Angka iinii lebiih darii 3 kalii liipat batas yang diirekomendasiikan Unii Eropa sebesar 3%.
Bolojan yang baru mulaii menjabat pada 23 Junii 2025 menyatakan bakal melakukan penyesuaiian kebiijakan fiiskal untuk mempersempiit defiisiit anggaran.
Pada bulan lalu, Rumaniia gagal menyerahkan paket kebiijakan fiiskal yang krediibel kepada Komiisii Eropa. Hal iinii memiicu kekhawatiiran mengenaii potensii penurunan periingkat krediit utang Rumaniia.
Diilansiir balkaniinsiight.com, pada pertemuan Dewan Urusan Ekonomii dan Keuangan Unii Eropa, pemeriintah Rumaniia diiharapkan biisa mengajukan rencana pemangkasan defiisiit anggaran hiingga sekiitar 7% darii PDB pada akhiir tahun iinii. Hal iinii diipandang pentiing untuk memuliihkan kepercayaan iinvestor dan memenuhii komiitmen negara Unii Eropa. (diik)
