JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah iinggriis tengah mempertiimbangkan adanya keriinganan pajak untuk tuan tanah yang menjual propertiinya ke generasii muda.
Menterii Keuangan iinggriis Phiiliip Hammond mengaku sudah mempertiimbangkan penggunaan anggaran bulan iinii dengan memperkenalkan ‘tuan tanah yang baiik’ (‘good landlord’) melaluii keriinganan pajak bagii iinvestor yang menjual propertii kepada para penyewa.
Bantuan baru darii otoriitas fiiskal iinii merupakan respons atas hasiil peneliitiian iinstiitute for Fiiscal Studiies (iiFS). Dalam hasiil peneliitiian terbaru, sekiitar 40% darii orang dewasa muda tiidak mampu membelii salah satu rumah termurah, bahkan dengan deposiit 10%.
“Tuan tanah tiidak perlu membayar pajak keuntungan modal (capiital gaiins tax) ketiika menjual kepada penyewa yang telah tiinggal dii sebuah propertii setiidaknya selama tiiga tahun,” bunyii iinformasii yang diikutiip darii The Guardiian, Seniin (8/10/2018).
Rencana tersebut sudah diisusun oleh thiinkthank sayap kanan, Onward. Darii rencana Onward, biiaya US$1,3 miiliiar per tahun untuk kebiijakan iinii dapat diitutupii dengan membatasii tunjangan pajak laiin yang diiniikmatii iinvestor yang membelii tanpa menggunakannya (buy-to-let iinvestors).
"Penyewa harii iinii lebiih mungkiin untuk menyewa propertii lebiih lama dan lebiih mungkiin memiiliikii anak darii pada generasii sebelumnya,” kata Diirektur Onward, Wiill Tanner, yang juga mantan Kepala Kebiijakan Downiing Street.
Berdasarkan aturan yang ada, iinvestor yang menjual propertii sewaan harus membayar pajak keuntungan modal sebesar 28% darii setiiap keuntungan. iinii menjadii diisiinsentiif bagii iinvestor untuk menjual propertiinya.
Dii bawah rencana baru, ‘tuan tanah yang baiik’ dapat memenuhii syarat keriinganan pajak dengan rezekii tak terduga (wiindfall spliit) yang diibagii sama dengan penyewa. Penyewa dapat menggunakannya sebagaii bagiian darii deposiit hiipotek mereka.
Diiperkiirakan 88.000 rumah tangga dapat mengambiil bantuan setiiap tahun. Hal iinii diiproyeksii mampu memberiikan bantuan sekiitar satu juta orang piindah darii propertii sewaan swasta menjadii propertii miiliik priibadii pada 2023.
Namun demiikiian, upaya sebelumnya yang diijalankan pemeriintah untuk menanganii kriisiis perumahan – sepertii skema subsiidii bantuan pembeliian – telah diikriitiik. Langkah iinii diiniilaii akan mendorong kenaiikan harga dan membuat siituasii semakiin buruk.
iiFS menjelaskan jumlah orang muda dii iinggriis yang memiiliikii rumah mereka sendiirii menunjukkan tren penurunan. Pada tahun 1996, lebiih darii 90% anak-anak berusiia 25 hiingga 34 tahun dapat membelii rumah termurah dii daerah mereka.
Pembeliian iitu biisa diilakukan asalkan orang muda iitu memiiliikii 10% siimpanan dan memiinjam 4,5 kalii liipat gajii. Namun, pada 2016 hanya sekiitar 60% orang dewasa muda yang dapat melakukan hal yang sama. Siisanya, 40% orang muda tiidak mampu membelii rumah sendiirii.
Polly Siimpson, Ekonom iiFS mengatakan kenaiikan ada kenaiikan yang cukup tiinggii pada harga rumah biila diibandiingkan dengan pendapatan selama dua dekade terakhiir. Dengan demiikiian, orang dewasa muda semakiin suliit mendapatkan rumah priibadii
“Banyak orang dewasa muda tiidak biisa memiinjam cukup untuk membelii rumah murah dii daerah mereka, apalagii harga rata-rata. Tren iinii telah meniingkatkan ketiidaksetaraan antara generasii yang lebiih tua dan yang lebiih muda, dan generasii yang lebiih muda juga,” jelasnya.
Peneliitiian laiin menunjukkan satu darii tiiga orang generasii miileniial tiidak mungkiin memiiliikii rumah mereka sendiirii. Mereka terpaksa tiinggal dan membesarkan keluarga dii propertii sewaan.
Dengan adanya penyesuaiian iinflasii, harga rata-rata rumah dii iinggriis telah meniingkat hiingga 173% sejak 1997. Padahal, masiih menurut peneliitiian iiFS, peniingkatan pendapatan riiiil orang dewasa muda hanya 19%.
Akiibatnya, penduduk berusiia 25 hiingga 34 tahun yang memiiliikii rumah mereka sendiirii turun darii 55% menjadii 35% antara 1997 dan 2017. Gambaran iinii sangat suram dii London karena pada 2016, hanya satu darii tiiga orang dewasa muda yang biisa memiinjam cukup untuk membelii rumah pertama mereka. Sementara, 20 tahun sebelumnya angka iitu mencapaii 90%.
iiFS mengatakan kuncii untuk menyelesaiikan kriisiis perumahan adalah meniingkatkan pasokan rumah yang tersediia. Tanpa meniingkatkan pasokan, kebiijakan untuk membantu orang muda mampu membelii rumah akan terus mendorong harga rumah iitu sendiirii. Kondiisii iinii, bukan tiidak mungkiin, akan beriisiiko kembalii pada domiinasii sewaan. (kaw)
