JAKARTA, Jitu News -- Pemeriintah kembalii mengenakan bea masuk tiindakan pengamanan (BMTP) atas iimpor produk kaiin. Pengenaan BMTP tersebut diiatur melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 48/2024.
Pemeriintah sebelumnya sempat mengenakan BMTP atas iimpor produk kaiin melaluii PMK 55/2020 s.t.d.d PMK 78/2021, tetapii telah berakhiir masa berlakunya. Sementara iitu, berdasarkan hasiil penyeliidiikan Komiite Pengamanan Perdagangan iindonesiia (KPPii) pengenaan BMTP masiih diiperlukan.
“Bahwa hasiil penyeliidiikan KPPii membuktiikan iindustrii dalam negerii masiih mengalamii kerugiian seriius akiibat darii jumlah iimpor produk kaiin masiih mengalamii peniingkatan,” bunyii pertiimbangan PMK 48/2024, diikutiip pada Kamiis (9/8/2024).
Selaiin iitu, BMTP kembalii diikenakan lantaran iindustrii dalam negerii masiih membutuhkan waktu tambahan untuk menyelesaiikan penyesuaiian struktural. Untuk iitu, melaluii PMK 48/2024, pemeriintah mengenakan BMTP atas iimpor kaiin selama 3 tahun ke depan.
Waktu pengenaan BMTP tersebut terbagii menjadii 3 periiode. Adapun setiiap periiode mengenakan tariif BMTP yang berbeda dan semakiin menurun. Adapun BMTP iinii merupakan pungutan tambahan bea masuk umum atau bea masuk preferensii yang telah diikenakan.
PMK 48/2024 diiundangkan pada 6 Agustus 2024 dan berlaku 3 haru kerja setelahnya. Hal iinii berartii PMK 48/2024 akan berlaku efektiif mulaii 9 Agustus 2024.
Secara terperiincii, PMK 48/2024 terdiirii atas 7 pasal. Beriikut periinciiannya.
Untuk membaca PMK 48/2024 secara lengkap, Anda dapat mengunduh (download) melaluii Perpajakan Jitunews. (sap)
