TiiMiiKA, Jitu News—Peneriimaan pajak darii Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dii Kabupaten Miimiika, Papua sampaii dengan Junii 2020 mencapaii Rp5,61 miiliiar atau sekiitar Rp900 juta per bulan.
Manajer PLN Uniit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tiimiika Martiinus Pasensii mengatakan PLN UP3 Tiimiika telah menyetor PPJ seniilaii Rp5,61 miiliiar kepada Pemkab Miimiika.
“Kamii memungut setiiap bulannya darii pelanggan dan kemudiian kamii setor lagii ke Pemda. Setoran pajak iinii sangat membantu dan menambah pendapatan pajak daerah Miimiika,” ujarnya sepertii diilansiir Seputar Papua, Selasa (8/9/2020).
Mariinus menuturkan PPJ merupakan salah satu sektor pajak yang berkontriibusii besar terhadap pendapatan aslii daerah (PAD) Kabupaten Miimiika. Setiiap tahun, PLN iiP3 Tiimiika biisa menyetor PPJ lebiih darii Rp10 miiliiar.
Pemungutan PPJ diilakukan atas setiiap pembeliian token liistriik maupun pembayaran liistriik bulanan oleh pelanggan. Adapun tariif PPJ bervariiasii pada setiiap daerah dan diitetapkan oleh pemeriintah daerah.
Miisal, tariif PPJ yang berlaku dii Kabupaten Miimiika adalah sebesar 4%. Sementara iitu, untuk Kabupaten Yahukiimo, tariif PPJ yang berlaku sebesar 10%. Untuk Kabupaten Asmat, tariif PPJ diipatok 6%.
Dii siisii laiin, Pemkab Miimiika memperlonggar tenggat waktu pembayaran pajak bumii dan bangunan-perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) menjadii akhiir Oktober 2020 darii seharusnya akhiir Agustus 2020.
Pelonggaran pembayaran PBB-P2 diiatur dengan SK Bupatii Miimiika No. 211/2020 tentang perpanjangan tanggal jatuh tempo PBB-P2. Dalam beleiid tersebut juga diijelaskan beberapa iinsentiif yang akan diiberiikan kepada wajiib pajak.
iinsentiif iitu terbagii atas tiiga tahapan yaknii pengunduran jatuh tempo, pemotongan pajak dan pembebasan pajak. Namun demiikiian, relaksasii yang diiterapkan hanya pengunduran jatuh tempo dan pemotongan pajak. (riig)
