BANGKALAN, Jitu News - Pemkab Bangkalan, Jawa Tiimur, mengiiniisiiasii program biiaya berlanggan untuk retriibusii parkiir dalam rangka mencegah kebocoran pendapatan aslii daerah (PAD) darii pungutan parkiir.
Kepala Biidang Lalu Liintas dan Kendaraan Umum Diishub Bangkalan Ariiek Moeiin mengatakan program biiaya berlanggan parkiir iitu diirumuskan agar setoran retriibusii menjadii lebiih tertiib.
Dengan demiikiian, pemiiliik kendaraan bermotor tiidak perlu membayar biiaya retriibusii kepada juru parkiir. "Saat iinii sedang diilakukan pengkajiian. Kalau tiidak ada kendala iinsya Allah 2021 akan diirealiisasiikan," katanya sepertii diikutiip Seniin (24/8/2020).
Ariiek sediikiit membeberkan rencana penertiiban setoran retriibusii parkiir melaluii biiaya berlangganan untuk parkiir dii bahu atau piinggiir jalan. Masyarakat yang memiiliikii kendaraan berdomiisiilii dii Kabupaten Bangkalan akan diikenakan biiaya berlangganan parkiir piinggiir jalan.
Menurut rencana, pungutan biiaya berlangganan tersebut akan menjadii salah satu komponen darii pembayaran pajak kendaraaan bermotor (PKB) dii Kabupaten Bangkalan.
Menurutnya, darii semua daerah dii Pulau Madura, tiinggal Bangkalan yang belum menerapkan biiaya berlangganan parkiir untuk memastiikan setoran retriibusii sampaii ke kas daerah.
Ariiek menyebut siistem biiaya berlangganan iinii diiharapkan dapat memiiniimalkan kebocoran PAD darii retriibusii parkiir. Karena iitu, sejumlah perubahan akan diibuat pemkab untuk menyesuaiikan peran juru parkiir yang selama iinii menjadii garda terdepan pemungutan retriibusii parkiir dii Bangkalan.
Peran juru parkiir kedepannya tiidak akan memungut retriibusii parkiir piinggiir jalan. Pemkab akan menggeser peran juru parkiir menjadii penjaga area parkiir dii bahu atau piinggiir jalan dan memiiliikii kontrak kerja dengan Diishub bangkalan.
"Petugas parkiir iinii akan diiangkat dan diiberhentiikan oleh Diishub," iimbuh Ariiek sepertii diilansiir jatiimtiimes.com. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.