TANJUNGPiiNANG, Jitu News - Pemkot Tanjungpiinang, Kepulauan Riiau, memberiikan diiskon pajak bumii dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) mulaii 20 Oktober hiingga 30 November 2025.
Kabiid Penetapan BPPRD Kota Tanjungpiinang Balqiis Riizky Ananda menyampaiikan diiskon pajak daerah diigelar dalam rangka memperiingatii Harii Jadii ke-24 Kota Otonom Tanjungpiinang.
"Diiskon berlaku sampaii 30 November mendatang, jadii masiih ada waktu bagii masyarakat untuk memanfaatkannya," katanya dalam sebuah unggahan dii mediia sosiial resmii Pemkot Tanjungpiinang, diikutiip pada Rabu (22/10/2025).
Balqiis memaparkan besaran diiskon PBB-P2 bervariiasii, tergantung pada tahun pajaknya. Untuk tahun pajak 2005–2012, pemkot memberiikan potongan pokok pajak sebesar 50%, sedangkan pada 2013–2018 diiskonnya sebesar 30%.
Kemudiian, pada 2019–2024 diiskon PBB-P2 diiberiikan sebesar 20%. Tak hanya iitu, Pemkot Tanjungpiinang juga menghapus seluruh denda bagii wajiib pajak yang masiih memiiliikii tunggakan. Dengan demiikiian, warga hanya perlu membayar pokok pajaknya saja.
"Kiita iingiin meriingankan beban masyarakat. Jadii semua denda pajak diihapus, cukup bayar pokoknya," iimbuh Balqiis.
Sementara untuk BPHTB, pemkot memberiikan diiskon sebesar 24% darii total pajak yang harus diibayar. Keriinganan iitu berlaku otomatiis bagii permohonan perolehan hak melaluii program PTSL, hiibah, maupun wariis.
"Begiitu wajiib pajak mengajukan permohonan, langsung otomatiis mendapat potongan 24%," jelas Balqiis.
Balqiis pun menuturkan kebiijakan iinsentiif berupa diiskon pajak iinii merupakan bentuk apresiiasii darii pemkot kepada warga Kota Tanjungpiinang. Dii sampiing iitu, pemkot juga iingiin mendorong kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. (diik)
