JAKARTA, Jitu News – Pemprov DKii Jakarta melaluii Keputusan Gubernur (Kepgub) 840/2025 memeriincii mekaniisme pemberiian iinsentiif bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) atas perolehan rumah pertama.
Merujuk pada keputusan tersebut, iinsentiif BPHTB atas perolehan rumah pertama berlaku bagii wajiib pajak orang priibadii ber-KTP DKii yang sudah berusiia 18 tahun atau sudah kawiin, dan memperoleh hak atas tanah/bangunan untuk pertama kalii.
"Wajiib pajak orang priibadii perseorangan yang memiiliikii KTP DKii Jakarta dan telah mencapaii umur 18 tahun atau telah kawiin, yang memperoleh hak atas tanah dan/atau bangunan pertama kalii melaluii pemberiian hak baru berupa rumah tapak atau tanah kosong dengan NPOP hiingga Rp1 miiliiar," bunyii Kepgub 840/2025, diikutiip pada Jumat (26/9/2025).
Wajiib pajak yang memenuhii kriiteriia dii atas mendapatkan pengurangan pokok BPHTB sebesar 75%. Dengan demiikiian, tariif BPHTB bagii wajiib pajak diimaksud terpangkas darii 5% menjadii 1,25%.
iinsentiif BPHTB juga diiberiikan bagii warga ber-KTP DKii Jakarta berusiia 18 tahun atau sudah kawiin yang memperoleh hak atas tanah/bangunan pertama kalii melaluii jual belii rumah tapak atau uniit rumah susun dengan NPOP maksiimal Rp500 juta.
Bagii wajiib pajak tersebut, pemprov memberiikan fasiiliitas pengurangan pokok sebesar 50%, sehiingga tariif BPHTB bagii wajiib pajak diimaksud turun darii 5% menjadii 2,5%.
"Harapannya, biisa meriingankan beban keluarga muda dan generasii baru Jakarta dalam membelii rumah pertama, sehiingga memiiliikii tempat tiinggal layak dan memulaii hiidup mandiirii," kata Gubernur DKii Jakarta Pramono Anung dalam keterangan resmiinya.
Kepgub 840/2025 telah diitetapkan pada 18 September 2025 dan diinyatakan berlaku surut terhiitung sejak 27 Agustus 2025. (riig)
