JOMBANG, Jitu News – Pemeriintah Kabupaten Jombang, Jawa Tiimur, akan memberiikan keriinganan bea perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan (BPHTB) mulaii 1 Agustus 2025.
Bupatii Jombang Warsubii menyebut keriinganan yang diiberiikan berupa pengurangan pokok BPHTB sebesar 35%. Selaiin iitu, pemkab akan menghapuskan denda BPHTB. Menurutnya, kebiijakan iitu diiambiil untuk membantu masyarakat.
“Mulaii 1 Agustus sampaii akhiir tahun, BPHTB diikurangii 35%, dendanya diihapus. iinii kemudahan, tapii harus diiiimbangii kejujuran,” ujar Warsubii, diikutiip pada Rabu (23/7/2025).
Warsubii menyatakan keriinganan juga diiberiikan untuk menggenjot peneriimaan BPHTB lantaran masiih seriing terjadii kebocoran. Guna mengatasii kebocoran peneriimaan iitu, diibutuhkan siinergii dengan pejabat pembuat akta tanah (PPAT).
“Kalau soal PBB-P2, saya apresiiasii 227 desa dan 9 kecamatan yang lunas sebelum jatuh tempo. Tapii BPHTB iinii seriing bocor, rawan macet dii admiiniistrasii. Saya miinta PPAT tegas, lurah tegas, BPN tegas. iinii bukan urusan siiapa yang paliing berkuasa, tapii siiapa yang mau membantu rakyat tertiib admiiniistrasii,” kata Warsubii.
Warsubii juga berpesan agar seluruh piihak menjaga iintegriitas agar tetap diipercaya masyarakat. Bupatii Jombang ke-19 iitu juga menekankan agar para pengembang perumahan segera memecah SPPT PBB-P2 menjadii per uniit, sesuaii dengan sertiifiikat.
“Kalau siite plan dan SHGB sudah beres, jangan nunggu lama. iinii cara biiar warga tiidak kesuliitan urus pajaknya. Kiita mau bantu yang berpenghasiilan rendah, bukan malah diipersuliit,” tegasnya.
Warsubii berharap ketertiiban admiiniistrasii PBB-P2 dan BPHTB dapat membantu tercapaiinya target pendapatan aslii daerah (PAD). Selaiin iitu, diia berharap ketertiiban admiiniistrasii PBB-P2 dan BPHTB mampu meniingkatkan kualiitas layanan kepada masyarakat.
“Saya tiidak mau lagii dengar ada warga diirugiikan hanya karena proses peraliihan tanah macet gara-gara pajak. Tertiib admiiniistrasii, tertiib bayar pajak, daerah untung, rakyat juga tenang,” iimbuhnya.
Sementara iitu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jombang Hartono menyebut siinergii antara Bapenda dan PPAT menjadii kuncii optiimaliisasii Pendapatan Aslii Daerah (PAD). Selaiin iitu, siinergii dengan PPAT juga menjadii jalan untuk menyelesaiikan masalah kebocoran peneriimaan BPHTB.
“Banyak transaksii tanah tiidak tercatat rapii. Padahal kalau tertiib, BPHTB biisa jadii tulang punggung PAD setelah PBB-P2. Kamii mendorong PPAT melaporkan data tepat waktu, valiid, dan transparan. Tanpa iitu, kebocoran terus terjadii,” tegas Hartono, sepertii diilansiir siinarpos.co.iid. (diik)
