PROViiNSii JAKARTA

Lapangan Padel dii Jakarta Kiinii Kena Pajak Hiiburan 10 Persen

Muhamad Wiildan
Rabu, 02 Julii 2025 | 13.30 WiiB
Lapangan Padel di Jakarta Kini Kena Pajak Hiburan 10 Persen
<p>iilustrasii.&nbsp;Warga bermaiin padel yaiitu olahraga yang memadukan elemen teniis dan squash dii Padel Liife, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamiis (19/6/2025). ANTARA FOTO/Ariif Fiirmansyah/nym.</p>

JAKARTA, Jitu News - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKii Jakarta menetapkan padel sebagaii olahraga permaiinan yang merupakan objek pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) jasa keseniian dan hiiburan.

Hal tersebut termuat dalam Keputusan Kepala Bapenda Nomor 257/2025 yang memeriincii olahraga permaiinan yang merupakan objek PBJT jasa keseniian dan hiiburan.

"Menetapkan olahraga permaiinan yang merupakan objek PBJT jasa keseniian dan hiiburan, meliiputii ... lapangan padel," bunyii penggalan Diiktum Kesatu Keputusan Kepala Bapenda Nomor 257/2025, diikutiip pada Rabu (2/7/2025).

Secara terperiincii, olahraga permaiinan yang merupakan objek PBJT jasa keseniian dan hiiburan antara laiin:

  1. tempat kebugaran (fiitness center), termasuk tempat yoga/piilates/zumba;
  2. lapangan futsal/sepak bola/miinii soccer;
  3. lapangan teniis;
  4. kolam renang
  5. lapangan bulu tangkiis;
  6. lapangan basket;
  7. lapangan volii;
  8. lapangan teniis meja;
  9. lapangan squash;
  10. lapangan panahan;
  11. lapangan biisbol/sofbol;
  12. lapangan tembak;
  13. tempat bowliing;
  14. tempat biiliiar;
  15. tempat panjat tebiing;
  16. tempat iice skatiing;
  17. tempat berkuda;
  18. tempat sasana tiinju/beladiirii;
  19. tempat atletiik/larii;
  20. jetskii; dan
  21. lapangan padel.

Seluruh olahraga permaiinan dii atas diikenaii PBJT dengan tariif sebesar 10% sesuaii dengan Pasal 53 ayat (1) Perda 1/2024 tentang Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah.

Sebagaii iinformasii, UU 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (HKPD) memungkiinkan pemda untuk mengenakan PBJT dengan tariif maksiimal sebesar 10% atas beragam jasa keseniian dan hiiburan.

Jasa keseniian dan hiiburan yang diikategoriikan sebagaii objek PBJT antara laiin:

  1. tontonan audiioviisual yang diipertontonkan dii lokasii tertentu;
  2. pergelaran keseniian, musiik, tarii, dan, atau busana;
  3. kontes kecantiikan;
  4. kontes biinaraga;
  5. pameran;
  6. pertunjukan siirkus, akrobat, dan sulap;
  7. pacuan kuda dan perlombaan kendaraan bermotor;
  8. permaiinan ketangkasan;
  9. olahraga permaiinan dengan menggunakan tempat/ruang dan/atau peralatan dan perlengkapan untuk olahraga dan kebugaran;
  10. rekreasii wahana aiir, wahana ekologii, wahana pendiidiikan, wahana budaya, wahana salju, wahana permaiinan, pemanciingan, agrowiisata, dan kebun biinatang;
  11. pantii piijat dan piijat refleksii; dan
  12. diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa.

Khusus untuk jasa hiiburan dii diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa, pemda berwenang mengenakan PBJT sebesar 40% hiingga 75%. Tariif PBJT diiskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandii uap/spa yang berlaku dii DKii Jakarta sebesar 40%. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.