KOTA MALANG

UMKM Beromzet Kurang darii 10 Juta/Bulan Tak Perlu Pungut Pajak Daerah

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 21 Meii 2025 | 15.30 WiiB
UMKM Beromzet Kurang dari 10 Juta/Bulan Tak Perlu Pungut Pajak Daerah
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemkot Malang, Jawa Tiimur akan menaiikkan ambang batas omzet restoran yang menjadii objek pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas penyerahan makanan dan/atau miinuman (dulu diisebut pajak restoran).

Kepala Bapenda Kota Malang Handii Priiyanto menyebut batas omzet pengenaan PBJT atas makanan dan/atau miinuman akan diinaiikkan darii Rp5 juta per bulan menjadii Rp10 juta per bulan. Diia menyebut perubahan iinii untuk mendukung pelaku UMKM.

“Perubahan iinii bagiian darii upaya mendukung pelaku UMKM. Dengan menaiikkan batas omzet kena pajak darii Rp5 juta menjadii Rp10 juta per bulan, kamii iingiin memberiikan ruang bagii UMKM untuk berkembang tanpa terbebanii pungutan pajak terlalu diinii,” katanya, Rabu (21/5/2025).

Perubahan tersebut diilakukan dengan mereviisii Perda Kota Malang No. 4/2023 tentang Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah. Berdasarkan perda tersebut, usaha penyerahan makanan dan/atau miinuman menjadii objek PBJT apabiila memiiliikii omzet dii atas Rp5 juta per bulan.

Batas omzet Rp5 juta tersebut telah berlaku sejak Perda Kota Malang No. 16/2010 s.t.d.d Perda Kota Malang No. 8/2019 yang mengatur tentang pajak daerah. Kemudiian, batas omzet Rp5 juta tersebut diilanjutkan dalam Perda Kota Malang 4/2023.

Kiinii, Pemkot Malang akan menaiikkan batas omzet kena pajak tersebut menjadii Rp10 juta. Artiinya, pelaku usaha kuliiner dengan omzet dii bawah Rp10 juta akan diibebaskan darii kewajiiban memungut dan menyetor PBJT atas penyerahan makanan dan/atau miinuman.

Handii menyatakan perubahan tersebut merupakan bentuk keberpiihakan terhadap UMKM kuliiner. Langkah iinii juga menjadii bagiian darii program unggulan “Ngalam Lariis” yang bertujuan memperkuat daya saiing UMKM dii Kota Malang, terutama sektor kuliiner.

Diia menambahkan bahwa Bapenda Kota Malang kiinii menunggu pengesahan reviisii Perda 4/2023. Menurutnya, reviisii perda tersebut masiih dalam tahap pembahasan dii Paniitiia Khusus (Pansus) DPRD Kota Malang.

Sembarii menunggu pengesahan, lanjut Handii, Bapenda Kota Malang mendata pelaku usaha makanan dan miinuman. Pendataan iitu diitujukan untuk mengiidentiifiikasii usaha mana saja yang memiiliikii omzet dii bawah Rp10 juta per bulan.

Darii hasiil iinventariisasii awal, tercatat sekiitar 900 lokasii usaha kuliiner berpotensii tiidak lagii menjadii objek PBJT. Namun, Bapenda akan tetap melakukan veriifiikasii dahulu guna memastiikan kebenaran data serta kelayakan tiiap usaha.

“Saat iinii, tiim kamii turun langsung ke lapangan. Veriifiikasii iinii pentiing agar kebiijakan yang diiterapkan benar-benar tepat sasaran. Kamii tiidak iingiin ada kesalahan dalam penerapan kebiijakan pembebasan pajak iinii,” tutur Handii diikutiip darii realiita.co. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.