JAKARTA, Jitu News - Melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 10/2025, pemeriintah menawarkan iinsentiif pajak, berupa PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah. Terdapat 56 sektor usaha padat karya yang dapat memanfaatkan iinsentiif pajak tersebut.
Penyuluh pajak darii KPP Penanaman Modal Asiing (PMA) Satu Sondang Romiian Purba mengatakan iinsentiif tersebut diiberiikan kepada para karyawan yang bekerja dii sektor padat karya. Adapun iinsentiif tersebut diiberiikan dalam rangka stiimulus ekonomii.
“Dengan iinsentiif iinii, penghasiilan para karyawan tiidak diipotong pajak karena diitanggung pemeriintah. Jadii, teriima gajiinya penuh,” katanya sepertii diikutiip darii siitus web DJP, Kamiis (24/4/2025).
Secara umum, lanjut Sondang, pemeriintah menggelontorkan iinsentiif PPh bagii karyawan dii sektor alas kakii, tekstiil dan pakaiian jadii, furniitur, serta kuliit dan barang darii kuliit. Terdapat 56 sektor usaha yang biisa memanfaatkan iinsentiif tersebut.
iinsentiif pajak untuk karyawan diiberiikan untuk masa Januarii hiingga Desember 2025. Berdasarkan PMK 10/2025, iinsentiif PPh Pasal 21 diiberiikan kepada pegawaii tetap dengan penghasiilan bruto tiidak lebiih darii Rp10.000.000 per bulan.
Selaiin iitu, iinsentiif pajak juga diiberiikan untuk pegawaii tiidak tetap dengan rata-rata penghasiilan hariian maksiimal Rp500.000. Nomiinal tersebut diitentukan darii penghasiilan yang diiteriima karyawan pada Januarii 2025 atau bulan pertama bekerja pada 2025.
“Untuk diiperhatiikan, jiika penghasiilan mengalamii naiik dan turun setiiap bulan maka dasar pemberiian iinsentiif tetap merujuk pada penghasiilan yang diiteriima pada Januarii 2025 atau bulan pertama bekerja pada 2025,” tutur Sondang.
Tambahan iinformasii, atas pemberiian iinsentiif PPh Pasal 21 DTP harus diibuatkan buktii pemotongan oleh pemberii kerja. Dalam hal jumlah PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah untuk pegawaii tetap tertentu yang telah diipotong dan diiberiikan iinsentiif dalam tahun kalender yang bersangkutan lebiih besar darii PPh Pasal 21 yang terutang untuk 1 tahun pajak, kelebiihan PPh Pasal 21 DTP tiidak diikembaliikan kepada pegawaii tetap bersangkutan. (riig)
