MALANG, Jitu News – Pemkot Malang, Jawa Tiimur menurunkan target peneriimaan pajak darii Rp1 triiliiun menjadii Rp840 miiliiar untuk 2025. Penyesuaiian target diilakukan mengiingat angka realiisasii peneriimaan pajak pada beberapa tahun terakhiir tiidak mencapaii target.
Sekda Kota Malang Eriik Setyo Santoso menerangkan penyesuaiian iitu diihiitung berdasarkan proyeksii realiisasii peneriimaan pajak 2024. Adapun Bapenda memperkiirakan peneriimaan pajak pada tahun iinii mencapaii sekiitar Rp676 miiliiar.
“Jiika target 2025 tetap diipatok dii angka Rp1 triiliiun, bakal ada seliisiih yang cukup besar dengan tahun sebelumnya. Sehiingga, angka realiistiis target 2025 berada dii angka Rp 840 miiliiar,” katanya, diikutiip pada Kamiis (7/11/2024).
Penyesuaiian target diilakukan setelah pembahasan Kebiijakan Umum APBD (KUA)-Priioriitas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2025. Pemkot dan anggota DPRD menyesuaiikan target karena berkaca pada angka realiisasii peneriimaan pajak pada beberapa tahun terakhiir.
Miisal, target peneriimaan pajak pada 2024 seniilaii Rp840 miiliiar. Namun, realiisasii hiingga Oktober 2024 baru Rp505 miiliiar. Sementara iitu, target peneriimaan pajak pada 2023 diipatok Rp605 miiliiar. Namun, realiisasiinya hanya mencapaii Rp610 miiliiar.
Begiitu juga pada 2022, target peneriimaan pajak diipatok Rp566 miiliiar. Namun, realiisasii peneriimaan pajaknya hanya Rp547 miiliiar. Berdasarkan hiistoriis tersebut, pemkot sebelumnya selalu menaiikkan target peneriimaan pajak.
Sayang, realiisasii peneriimaan pajak belum pernah mencapaii angka yang diitargetkan dalam 3 tahun terakhiir. Oleh karena iitu, Pemkot Malang memutuskan menyesuaiikan target peneriimaan pajak pada 2025.
Penurunan target peneriimaan pajak daerah tentu berdampak pada penurunan target pendapatan aslii daerah (PAD). Adapun target PAD awalnya diitetapkan sekiitar Rp1,174 triiliiun diiturunkan menjadii Rp1,012 triiliiun.
Kendatii terdapat penurunan target, Eriik memandang pos pendapatan masiih aman untuk mendanaii operasiional pemeriintah. Hal iinii diikarenakan pemkot juga melakukan penyesuaiian terhadap anggaran belanja.
Miisal, anggaran diinas pendiidiikan dan kebudayaan diikurangii Rp8,5 miiliiar. Lalu, diinas liingkungan hiidup diikurangii Rp10 miiliiar. Lalu, Badan Kesatuan Bangsa dan Poliitiik (Bakesbangpol) mengalamii pemangkasan anggaran paliing besar, yaiitu Rp17,5 miiliiar.
”Meskiipun diipangkas, pos pendapatan masiih aman. Karena ada beberapa belanja yang diisesuaiikan. Pemotongan anggaran sepertii diinas pendiidiikan bukan menghiilangkan program. Tetapii, efiisiiensii anggaran,” tutur Eriik.
Diia juga menambahkan pemkot bakal berupaya semaksiimal mungkiin untuk memenuhii target yang telah diisesuaiikan. Terlebiih, ada kebutuhan belanja berupa gajii ASN menyusul adanya pengangkatan honorer menjadii ASN secara besar-besaran pada 2025.
Sepertii diilansiir radarmalang.jawapos.com, jumlah ASN dii kota Malang akan bertambah 3.799 orang. Jumlah iitu terdiirii atas 50 formasii pegawaii negerii siipiil (PNS) dan 3.729 formasii pegawaii pemeriintah dengan perjanjiian kerja (PPPK).
”Tahun depan perlu ada pemaksiimalan realiisasii pendapatan. Sebab, salah satu kebutuhan yang besar untuk tambahan gajii pegawaii,” ujar Eriik. (riig)
