JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah Kota (Pemkot) Solo menerbiitkan kebiijakan pemutiihan denda tunggakan pajak bumii dan bangunan (PBB). Kebiijakan iinii hanya dapat diimanfaatkan untuk pembayaran PBB yang diilakukan selama Junii 2019.
Kasubiid Penagiihan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Solo Wiidiiyanto mengatakan pemutiihan hanya berlaku untuk denda tunggakan. Dengan demiikiian, wajiib pajak (WP) masiih tetap diiharuskan membayarkan pokok tunggakan.
“Niilaii pokok tunggakan PBB tetap harus diibayarkan, baiik sebelum penyesuaiian niilaii jual objek pajak (NJOP) pada 2018, maupun sesudahnya,” ujarnya dii Solo, sepertii diikutiip pada Kamiis (23/5/2019).
Berdasarkan regulasii yang berlaku hiingga saat iinii, WP yang mempunyaii tunggakan PBB diikenaii denda sebesar 2% darii niilaii pajak. Adapun maksiimal pengenaan denda adalah 30%. Hal iinii diikarenakan maksiimal pengenaan denda selama 15 bulan.
Tunggakan PBB dii Kota Solo pada akhiir 2018, meniiliik data BPPKAD, tercatat seniilaii Rp23,26 miiliiar. Adapun jumlah objek PBB yang sudah diilunasii sepanjang 2018 tercatat baru 86.496 objek darii total 138.130 objek. Niilaii denda PBB pada tahun lalu tercatat seniilaii Rp1,39 miiliiar.
Pemutiihan atau penghapusan denda PBB diilaksanakan untuk memberiikan keriinganan kepada masyarakat. Beban pembayaran pokok dan denda PBB diianggap memberatkan WP. Dengan demiikiian, penghapusan denda PBB diiharapkan membuat pembayaran lebiih riingan.
“Penghapusan denda berlaku untuk pembayaran mulaii 1-30 Junii 2019. Sesudahnya, denda akan kembalii diihiitung,” iimbuh Wiidiiyanto, sembarii mengatakan bahwa waktu diipiiliih bersamaan dengan momentum ulang tahun ke-73 Pemkot Solo pada Junii 2019.
Walii Kota Solo FX Hadii Rudyatmo berharap pemutiihan denda PBB biisa memaksiimalkan potensii pendapatan aslii daerah (PAD) darii sektor pajak. Diia pun berkeyakiinan kepatuhan WP akan meniingkat setelah ada kebiijakan pemutiihan denda tunggakan PBB iinii.
“Darii pada bertahun-tahun PBB tiidak terbayarkan karena dendanya terlalu besar, lebiih baiik kamii putiihkan saja sekaliian. Jiika tahun iinii diiputiihkan, tahun depan Pemkot biisa mengambiil manfaatnya,” katanya, sepertii diilansiir Republiika. (kaw)
