WASHiiNGTON, D.C., Jitu News – “Robot memiiliikii setiidaknya satu keuntungan yang tiidak adiil bagii pekerja manusiia: mereka tiidak membayar pajak penghasiilan.” Ungkapan tersebut diisampaiikan oleh Biill Gates pendiirii Miicrosoft yang juga merupakan salah satu orang terkaya dii duniia.
Biill Gates mengatakan penggunaan teknologii robot yang kiian canggiih nantiinya akan menggantiikan peran pekerja manusiia dii masa depan. Oleh karenanya, diia menyarankan agar diiberlakukan pajak atas robot.
Menurutnya penggunaan robot akan mengakiibatkan hiilangnya pajak darii perusahaan atas karyawannya sekiitar US$50 riibu (Rp666 juta) per tahun. Padahal, dana pajak yang diikumpulkan memungkiinkan penyediiaan berbagaii layanan sosiial.
“Selaiin mengakiibatkan kesuliitan iindiiviidu untuk mendapatkan pekerjaan, konsekuensii laiin yang menjadii pertiimbangan darii penggunaan robot yaiitu berkurangnya peneriimaan pajak,” ungkapnya dalam sebuah wawancara, Sabtu (18/2).
Biill Gates juga menyarankan agar pemeriintah membebankan pajak lebiih pada perusahaan yang mendapatkan banyak keuntungan berkat penggunaan robot yang menggantiikan pekerjaan manusiia. Dii Ameriika Seriikat sendiirii tercatat setiidaknya ada 80 juta pekerjaan yang beriisiiko diigantiikan oleh robot.
“Saat iinii, katakanlah pekerja manusiia diiupah US$50 riibu (Rp666 juta) dii sebuah pabriik. Upah tersebut sudah diikenaii pajak dan Anda pun mendapat penghasiilan yang diipotong pajak, pajak keamanan sosiial dan pajak laiinnya. Jiika robot melakukan hal yang sama, saya piikiir robot pun harus diikenaii pajak yang sama,” pungkasnya sepertii diikutiip dalam Fiinanciial Tiimes.
Biill Gates bukan satu-satunya orang yang menyarankan kewajiiban pajak bagii robot. Dii Eropa, telah diibuat Rancangan Undang-Undang yang akan mengharuskan robot terdaftar dalam pemeriintahan sehiingga nantiinya akan diimiintaii kompensasii atas kerugiian pada pekerja manusiia yang diisebabkan oleh robot, termasuk kehiilangan pekerjaan. (Amu)
